Cadangan Devisa RI Tambah Rp 16,2 Triliun dalam Sebulan
Senin, 02 Jul 2007 11:29 WIB
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia kembali mengukir rekor. Cadangan devisa per 2 Juli tercatat sebesar US$ 51,9 miliar US$ atau naik US$ 1,8 miliar (Rp 16,2 triliun) dibanding posisi pada 31 Mei 2007 sebesar US$ 50,112 miliar.Hal tersebut disampaikan Deputi Gubenur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin di sela-sela peringatan Ultah BI di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (2/7/2007)."Cadangan devisa itu kalau kita bisa meningkatkan ekspor itu akan bertambah karena sudah mencapai US$ 51 miliar. Saya kira itu angka yang bagus dan tertinggi," ujarnya.Mengenai nilai tukar rupiah, BI tetap yakin pergerakannya akan stabil. "Kalau indikator makro kita cukup baik, rupiah cenderung akan terapresiasi," ujarnya.Nilai tukar yang ideal baik itu bagi eksportir maupun importir adalah pada level Rp 9.000 per dolar AS."Saya kira dari survei kita di angka Rp 8.500-9.500 itu memang diinginkan oleh masyarakat ekportir dan importir. Nah berapa dari situ? Kan Pak Gubernur pernah bilang Rp 9.000-an per dolar AS. Saya kira di sekitar itu cukup bagus," ujarnya.
(ddn/qom)











































