Asuransi Bersaing Tidak Sehat

Asuransi Bersaing Tidak Sehat

- detikFinance
Selasa, 03 Jul 2007 12:17 WIB
Jakarta - Persaingan ketat kini terjadi di industri asuransi Indonesia khususnya pada industri asuransi umum. Hal ini terlihat dari persaingan premi yang tidak sehat.Hal tersebut disampaikan Direktur Biro Riset InfoBank Eko B Supriyanto dalam acara Rating 130 Asuransi Tahun 2007 Versi InfoBank di Hotel Sahid Jaya, Jakarta (3/6/2007). "Meskipun suku bunga menurun, tapi dampak kenaikan BBM justru terasa bagi kalangan bisnis pada 2006, hal ini yang menyebabkan penurunan daya beli bagi asuransi umum, dan ini berakibat pada asuransi umum ditandai dengan persaingan suku premi yang tidak sehat menurut beberapa pelaku bisnis asuransi umum," paparnya. Dia mencontohkan bahwa pada asuransi kendaraan bermotor yang suku premi normalnya 3 persen, tapi ada yang nekad menurunkannya sampai 1 persen.Persaingan semacam ini akan terus berlangsung kalau tidak diatur secara benar pasarnya. "Misalnya pasar diatur secara tersegmentasi sehingga masing-masing perusahaan asuransi bermain sesuai kelasnya, salah satu caranya adalah dengan Arsitektur Asuransi Indonesia yang memberi arah dan peraturan jelas," anjurnya. Jadi menurutnya kalau Arsitektur Asuransi Indonesia menjadi kenyataan maka hal tersebut akan dapat mengatasi persaingan yang tidak sehat yang dirasakan pelaku bisnis asuransi. "Tapi untuk 2007 ini, kita masih harus puas dengan Paket Kebijakan Ekonomi Juni 2007 lalu, yang juga bicara soal penguatan industri asuransi di Indonesia," tambahnya. Tapi kondisi berbeda dirasakan industri asuransi jiwa dengan penurunan suku bunga karena semakin banyak limpahan dana yang masuk ke asuransi jiwa. "Ini terlihat dari meningkatnya pertumbuhan asuransi jiwa menjadi 23,15 persen selama 2006 dari 22,16 persen di 2005, yang didorong oleh produk unit link karena mirip dengan deposito bank," jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelyne Pietruscha mengatakan bahwa dengan penurunan suku bunga dan penjaminan simpanan menyebabkan adanya perubahan aliran dana perbankan ke asuransi jiwa. "Sementara untuk asuransi umum bisa meningkat kalau pembangunan infrastruktur bergerak," ujarnya.Pertumbuhan premi bruto asuransi umum sebesar 3,57 persen selama tahun 2006, yang lebih rendah dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 10,83 persen, padahal suku bunga perbankan cenderung menurun. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads