'Bapindo' akan Dihidupkan Lagi
Selasa, 10 Jul 2007 11:39 WIB
Jakarta - Pemerintah akan 'menghidupkan lagi' Bapindo. Bank Pembangunan yang akan dibentuk menyerupai Bapindo itu dimaksudkan untuk membiayai proyek-proyek jangka panjang seperti infrastruktur. Demikian disampaikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela-sela seminar bertajuk "Reformasi BUMN di Era Indonesia Baru" yang diadakan di Gedung Lembaga Manajeman PPM, Menteng, Jakarta, Selasa (10/7/2006). "Modelnya kita pikirkan seperti KFW seperti di Jerman, ini dalam rangka menyongsong kebijakan pemerintah terkait Single presence policy. Kita sekarang sedang memikirkan bagaimana merumuskan tentang bank ini, dan nanti bentuknya adalah sebuah perusahaan baru," jelasnya. Pastinya, Bank pembangunan ini merupakan BUMN yang menyerupai Bapindo. "Jadi nanti seperti Bapindo dulu, harusnya dulu Bapindo jangan dikonsolidasikan," tambahnya. Untuk mewujudkannya, pemerintah kini sedang memikirkan sumber permodalannya. Pastinya, pembentukan bank tersebut masih harus melalui proses persetujuan DPR."Bagaimana mencari modal untuk Bapindo baru ini, sehingga dia mampu melaksanakan tugasnya sebagai policy bank, nanti kita lihat (sumber dana), kalau kita bisa selesaikan dengan sistem BUMN sendiri antar BUMN kalau dengan persetujuan DPR, BUMN bisa biayai itu," tuturnya. Mengenai jumlah kebutuhan modalnya, Sofyan mengatakan bahwa hal ini sedang dibahas oleh pemerintah. "Mengenai rencana bank ini, konsep awalnya sudah dibicarakan ke BI (Bank Indonesia), walaupun kita belum berdiskusi secara serius, BI bahkan sangat senang kalau kita bisa bikin policy bank seperti itu," jelasnya. Mengenai waktunya, Sofyan belum bisa mengatakan. "Belum tahun ini, tapi secepatnya lebih baik," ujarnya."Jadi kita akan punya policy bank yang mengurus investasi jangka panjang seperti Bapindo yang kita punya dulu, itu sedang kita diskusikan," imbuhnya.
(dnl/qom)











































