Perdagangan SUN di Pasar Sekunder Sepi
Selasa, 10 Jul 2007 17:57 WIB
Jakarta - Perdagangan Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder masih sepi. Transaksi SUN pada minggu pertama bulan Juli hanya mencapai Rp 3,72 triliun sebanyak 169 transaksi."Ini di bawah rata-rata harian tahun 2007 sebesar Rp 5,97 triliun sebanyak 233 transaksi," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (10/7/2007).SUN seri FR0043 merupakan SUN teraktif didagangkan dengan volume perdagangan harian sebesar Rp 650,45 miliar sebanyak 24 transaksi.Sepinya transaki di pasar ekunder terjadi karena beberapa faktor yakni pertama menningkatnya ekspektasi inflasi di AS seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi AS. Kedua, meningkatnya risk aversion dari investor sehubungan dengan adanya ketidakpastian di pasar global menyusul kasus subprime mortgage di AS.Ketiga, ekspektasi meningkatnya suku bunga global karena pertumbuhan ekonomi global juga meningkat, dan keempat menariknya sektor ekuitas yang mengalami peningkatan indeks yang cukup tajam."Pelaku pasar masih cautious atau hati-hati melihat kondisi pasar keuangan," ujarnya.Namun dia menggarisbawahi bahwa kepercayaan investor masih kuat terhadap indonesia. "Survei HSBC menunjukkan yield obligasi RI paling menarik," ujarnya.
(ddn/qom)











































