Aset Perusahaan Pembiayaan Meningkat, Peran Masih Minim
Rabu, 11 Jul 2007 10:03 WIB
Jakarta - Total aset perusahaan pembiayaan di Indonesia terus meningkat hingga dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. Sayangnya, peran perusahaan pembiayaan terhadap industri jasa keuangan masih minim.Perusahaan pemeringkat, Fitch Ratings dalam laporan khususnya yang diterima detikFinance, Rabu (11/7/2007) menyatakan, total aset perusahaan pembiayaan saat ini telah mencapai Rp 108 triliun.Namun peranannya dalam industri jasa keuangan masih minim yakni hanya 6,4 persen dari aset total perbankan di akhir tahun 2006.Fitch mencatat, per akhir tahun 2006 ada 214 perusahaan pembiayaan di Indonesia. Namun data tak resmi menunjukkan hanya sekitar 140 perusahaan yang aktif beroperasi. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan terbesar yang tercatat di bursa efek memiliki aset total dan piutang sekitar sepertiga dari aset total dan piutang seluruh perusahaan pembiayaan.Penggerak utama dari pertumbuhan adalah pembiayaan konsumen yang menyumbang sekitar 62% dari jumlah piutang perusahaan pembiayaan, yang mencerminkan pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi setelah periode krisis keuangan. Lebih dari 90% piutang pembiayaan konsumer tersebut adalah pembiayaan mobil dan sepeda motor. Sementara sewa guna usaha yang merupakan bisnis utama sebelum krisis keuangan, kontribusinya terhadap jumlah piutang perusahaan pembiayaan menurun menjadi 35%. Untuk pembiayaan mobil dan sepeda motor, Fitch meyakini angkanya akan terus meningkat. Hal itu dikarenakan adanya dukungan beberapa faktor seperti sarana transportasi umum yang kurang mendukung, rasio kepemilikan kendaraan yang relatif masih rendah, dan naiknya tingkat pendapatan di Indonesia.Antara tahun 2000 sampai 2005, jumlah piutang dari perusahaan pembiayaan meningkat sebesar 18% CAGR (Compound Annual Growth Rate) didorong oleh pertumbuhan penjualan mobil baru sebesar 12% CAGR dan sepeda motor baru sebesar 42% CAGR. Meskipun demikian, Fitch percaya bahwa faktor pendukung pertumbuhan pembiayaan kedepannya tidak hanya pembiayaan konsumen tetapi juga sewa guna usaha seiring pulihnya sektor korporasi.Dengan kondisi makroekonomi yang lebih baik dan sebagian dari piutang bermasalah telah dibebankan ke laporan rugi laba sejalan, maka Fitch mengharapkan kualitas aset dan profitabilitas dari kelima perusahaan yang lebih besar tersebut secara rata-rata akan lebih baik di tahun 2007. Fitch juga menilai profil keuntungan relatif terhadap risiko dari pembiayaan kendaraan bermotor yang cukup bagus, telah menarik minat dari bank-bank lokal. Dua dari lima perusahan pembiayaan terbesar yang tercatat di bursa efek sekarang telah dimiliki oleh dua bank lokal yang besar. Fitch percaya bahwa ini akan membawa perkembangan yang lebih baik buat perusahaan pembiayaan.Ini mengingat standar dan praktek-praktek manajemen risiko yang lebih baik dari bank dan juga kontrol terhadap proses pemberian pinjaman yang lebih baik yang bisa diterapkan pada pada lembaga pembiayaan non-bank yang relatif lebih kecil dan lebih sederhana ini.
(qom/ir)











































