Cadangan Devisa RI 2007 Tembus Rekor US$ 55 Miliar
Jumat, 13 Jul 2007 10:32 WIB
Jakarta - Disokong arus modal masuk capital inflow, cadangan devisa RI pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan menembus rekor baru US$ 55 miliar. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam rapat usulan perubahan asumsi makro APBNP dengan Komisi XI DPR RI, Kamis malam (13/7/2007)."Arus modal yang masuk melalui SBI, pasar modal dan SUN (Surat Utang Negara) di satu sisi positif bagi kecukupan cadangan devisa, disisi lain terus dipantau dan diantisipasi dengan berbagai kebijakan yang kondusif di pasar uang dan pasar modal," ujarnya.Sampai Juni 2007, angka cadangan devisa RI sudah mencapai US$ 50,9 miliar. Pemerintah juga memperkirakan nilai tukar rupiah sampai akhir 2007 akan stabil dikisaran Rp 9.000-9.100 per dolar AS. Rata-rata nilai tukar yang terealisasi hingga 31 Mei 2007 mencapai Rp 9.048 per dolar AS.Faktor yang mempengaruhi perkiraan nilai tukar semester II-2007 yakni kecukupan cadangan devisa, ekspor, arus modal yang masuk dan kebutuhan pembayaran utang dan impor.Menkeu menambahkan, pemilikan asing pada portofolio SUN dan SBI meningkat pada akhir Juli 2007, kepemilikan SUN mencapai Rp 83,4 triliun atau US$ 9,3 miliar. Di SBI, kepemilikan asing mencapai Rp 43,6 triliun atau US$ 4,86 miliar.Meski kepemilikan asing di SUN meningkat, Sri Mulyani juga mengatakan gejolak di pasar SUN domestik masih berlangsung karena dampak dari volatilitas pasar modal global. Gejolak juga terjadi karena peningkatan sentimen negatif terhadap pasar obligasi negara-negara berkembang.Sementara itu, mengenai pertumbuhan ekonomi, Menkeu mengatakan untuk mencapai pertumbuhan PDB 6,3 persen tahun 2007 diperlukan pertumbuhan PDB triwulan III dan IV-2007 masing-masing sebesar 6,29 persen dan 6,45 persen. Pertumbuhan PDB pada dua triwulan itu akan didorong pertumbuhan konsumsi, investasai dan ekspor.Berdasarkan perkiraan Depkeu, triwulan II-2007 konsumsi rumah tangga akan tumbuh 4,8-4,9 persen sementara konsumsi pemerintah 8,9 persen, investasi 11 persen, ekspor barang dan jasa 9,4 persen, impor barang dan jasa 12 persen. Dengan demikian pertumbuhan PDB triwulan II-2007 diperkirakan 6-6,11 persen. Sehingga jika digabung dengan PDB triwulan I-2007 sebesar 5,97 persen, PDB keseluruhan semester I-2007 diperkirakan sebesar 6,04 persen.
(ddn/ard)











































