Unit Syariah BEI Mulai Beroperasi 1 September

Unit Syariah BEI Mulai Beroperasi 1 September

- detikFinance
Sabtu, 14 Jul 2007 10:02 WIB
Bogor - PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) akan menjalankan Unit Usaha Syariahnya (UUS) pada 1 September 2007 ini. UUS ini akan membiayai kegiatan ekspor dengan prinsip syariah.Hal tersebut disampaikanDirut BEI Arifin Indra dalam diskusi mengenai kinerja dan rencana bisnis BEI yang digelar di Novotel Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (13/7/2007). "Untuk syariah ini, sebenarnya sudah kita siapkan dari mulai Desember 2006 lalu, sekarang izin prinsip dari Bank Indonesia sudah kita pegang, kita sedang menunggu izin usaha dari BI tentang sistem dan SOP, 1 September saya kira UUS ini sudah berjalan secara operasional, dan operasional karyawan Oktober, UUS ini akan membiayai kegiatan ekspor secara syariah," tuturnya. Untuk nilai investasinya, Arifin mengatakan bahwa di tahun ini BEI akan mengeluarkan investasi Rp 150 miliar untuk modal UUS tersebut yang diambil dari kas internal. "Tahun ini Rp 150 miliar dulu dari internal, itu untuk aset, tahun depan kita lihat kondisi untuk tambah lagi, antara menambah (dari kas internal BEI) atau terbitkan sukuk convertible untuk jadi modal, kebetulan DSN (Dewan Syariah Nasional) sudah mengeluarkan fatwa bahwa produk itu sudah disetujui, itu mungkin dalam tahun kedua atau ketiga (setelah UUS berjalan," ujarnya. Sementara untuk proyeksinya, Arifin mengatakan bahwa suntikan modal Rp 150 miliar kepada UUS ini akan digunakan untuk pembiayaan syariah oleh UUS tersebut. "Tahun pertama kami optimis (UUS) untung, karena begitu ekses funding masuk akan langsung masuk pembiayaan, apalagi orangnya sedikit, di setiap cabang saja hanya 5 orang, rencananya (UUS) akan dibuka pertama di Jakarta, karena kantor pemasaran tidak boleh untuk syariah, jadi untuk sementara di pusat, mungkin pembukaan di cabang kita pikirkan setelah dispin off, jadi logikanya (UUS) jadi anak perusahaan LPEI nanti," jelasnya. Untuk UUS itu sendiri, ketika BEI dikonversikan menjadi LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) sesuai rencana pemerintah, memang UUS itu sendiri nantinya akan dilepas dengan mengajak mitra dari luar negeri. "Nanti kita undang satu investor orang-orang dari Timur Tengah untuk membentuk satu bank (syariah), yang kita bayangkan jika di dunia ada sekitar US$ 700 miliar gentayangan, masuk US$ 10 miliar saja sudah lumayan bagi Indonesia, nah pintunya sedang dibuat RUU SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), kalau nanti kita undang mereka untuk membentuk bank syariah, mereka jadi pemilik juga, mudah-mudahan UUS itu tahun ini beroperasi, tahun ketiga baru di spin off," paparnya. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads