Kredit Jangka Pendek Masih Jadi Primadona

Kredit Jangka Pendek Masih Jadi Primadona

- detikFinance
Sabtu, 14 Jul 2007 15:17 WIB
Bogor - Tren pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2007 diperkirakan masih akan ditopang oleh kredit jangka pendek seperti kredit di sektor konsumsi dan modal kerja.Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi dan perbankan Umar Juoro dalam diskusi ekonomi perbankan yang diadakan di Novotel, Bogor (14/7/2007). "Jadi tren kredit perbankan masih didominasi oleh kredit jangka pendek, hal ini dikarenakan resiko kredit di sektor tersebut terhitung kecil dan margin yang didapatkan oleh bank lebih tinggi, ketimbang kredit investasi," tuturnya. Umar mengatakan bahwa target pertumbuhan kredit baru di tahun ini yang mencapai Rp 150 triliun bisa tercapai, akan tetapi alokasinya masih di 2 sektor tersebut. "Seperti KPR atau kredit kendaraan bermotor, jadi polanya serupa, coba saja lihat bahwa sampai semester I-2007 total kredit baru perbankan nasional Rp 73,7 triliun juga masih ditopang oleh sektor konsumsi dan modal kerja," paparnya. Sementara untuk kredit investasi menurut Umar masih sulit berkembang. "Contohnya saja kredit infrastruktur yang masih sulit, karena misalnya untuk jalan tol saja masalah pembebasan lahan masih menjadi kendala yang sulit dilakukan dan karena itu perbankan pun enggan, tapi karena dipaksa pemerintah ya akhirnya mereka masuk juga," jelasnya. Pertumbuhan kredit yang didominasi oleh sektor konsumsi menurut Umar akan menyebabkan kualitas pertumbuhan ekonomi menjadi tidak baik. "Ini salah satu resiko jika kredit perbankan didominasi oleh konsumsi, sebab hanya masyarakat level atas yang memiliki daya beli tinggi saja yang menopang pertumbuhan, sementara kondisi masyarakat di bawah tidak bergerak," katanya. Selain itu, menurutnya resiko yang kedua dengan dominasi kredit konsumsi adalah bahwa kondisi ini membuat investor akan sangat sangat bergantung kepada stabilitas di sektor keuangan. Karena itu, dikatakan Umar jika LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) terbentuk, lembaga pembiayaan ini akan bertugas menjadi pengumpan untuk pertumbuhan kredit investasi di sektor riil. "Karena LPEI akan menjadi front liner yang akan bergerak terlebih dahulu untuk menjawab keraguan perbankan memberikan kredit investasi, jadi pemerintah harus berani menanggung resiko terlebih dahulu untuk memancing bank memberikan kredit investasi," jelasnya. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads