Pemerintah Pertahankan Mayoritas Saham Mandiri dan BRI
Selasa, 17 Jul 2007 11:08 WIB
Jakarta - Meskipun berencana untuk kembali menjual saham di 2 bank BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada tahun 2009, pemerintah tetap akan mempertahankan kepemilikan saham mayoritas.Sofyan menjamin pemerintah baru akan menjual saham jika memang ada suatu kebutuhan yang mendesak dan bisa menciptakan nilai lebih bagi perusahaan tersebut.Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil seusai peluncuran buku tentang Good Corporate Governance dan seminar bertajuk "Menjadikan BUMN Yang Terpercaya Melalui Praktek GCG" di Manhattan Hotel, Jakarta (17/7/2007)."Tapi kalau ada satu block share yang bisa dilepas kepada strategic partner dan bisa meningkatkan nilai perusahaan, saya bisa pertimbangkan dan perjuangkan," ujarnya.Ketika ditanyakan apakah yang akan dilepas 10 persen saham dari kedua bank tersebut, Sofyan mengatakan bahwa yang penting adalah bagaimana supaya mitra strategis tersebut bisa menempatkan orang di direksi atau komisaris. Pemerintah masih menguasai 70 persen saham Bank Mandiri dan 59,5 persen saham BRI."Misalkan di bank kita ada satu orang bankir terkenal duduk sebagai board, itu akan lain, 1 orang saja, komisaris misalnya. Jadi kalau kita bisa melepas saham ini dengan sejumlah presentase tertentu yang memungkinkan kita bisa memberikan posisi satu direktur misalnya direktur compliance, maka bank-bank kita akan punya kredibilitas," paparnya. Mengenai metode divestasinya nanti, Sofyan mengatakan bahwa hal itu nantinya akan disesuaikan dengan kondisi riil. "Tapi yang penting nanti kalaupun dilepas itu akan dapat meningkatkan value perusahaan, tapi saat ini belum ada permintaan dari kedua bank itu," ujarnya.
(dnl/ddn)











































