Fitch Pertahankan Peringkat Bank Mandiri

Fitch Pertahankan Peringkat Bank Mandiri

- detikFinance
Rabu, 18 Jul 2007 10:46 WIB
Jakarta - Lembaga pemeringkat, Fitch Ratings mempertahankan peringkat Bank Mandiri. Jika kualitas aset terus membaik, maka peringkat Bank Mandiri berpeluang naik.Peringkat Bank Mandiri yang dikukuhkan Fitch adalah: peringkat jangka panjang dalam mata uang asing dan lokal (Issuer Default Rating) di 'BB-' (BB minus) dengan prospek positif, peringkat jangka pendek di 'B', peringkat nasional jangka panjang di 'AA(idn)', peringkat individual di 'D' dan peringkat dukungan di '4'. Peringkat dukungan minimum (Support Rating Floor) tidak berubah di 'B+'."Prospek positif dari peringkat internasional Bank Mandiri dipengaruhi oleh prospek peringkat dari Indonesia. Dengan peningkatan kualitas aset yang berkelanjutan bisa berakibat dinaikkannya peringkat individual dari Bank Mandiri," kata Lai Peng Tan, direktur pemeringkatan Fitch dalam keterangan pers yang diterima detikFinance, Rabu (18/7/2007). Fitch juga memberikan catatan bahwa faktor risiko yang bisa berakibat negatif terhadap peringkat adalah bila kualitas aset memburuk sehubungan dengan diperbaharuinya fokus untuk ekspansi pinjaman dan atau jika kondisi makroekonomi memburuk.Ditengah kondisi ekonomi yang lebih baik dan usaha-usaha restrukturisasi yang lebih intensif dibawah manajemen yang baru, jumlah kredit bermasalah turun secara substansial per akhir Maret 2007 menjadi Rp 18 triliun (17% dari total pinjaman kotor) dari sebelumnya Rp 26,6 triliun (26,6%) di akhir tahun 2005. Pencadangan untuk kredit bermasalah naik menjadi 86% dari sebelumnya 45% di akhir tahun 2005. Fitch percaya bahwa Bank Mandiri akan mampu mengurangi jumlah kredit bermasalahnya menjadi sekitar 10% dari pinjaman total di akhir tahun 2007.Sementara itu, rasio tingkat pengembalian aset rata-rata sebelum pajak (pre-tax ROA) naik menjadi 1,1% di tahun 2006 (2005: 0,5%) dan 2,2% di kuartal pertama 2007 karena margin bunga bersih yang lebih tinggi, pendapatan komisi yang stabil, dan biaya operasi yang lebih rendah. Rasio kapitalisasi tetap kuat dengan rasio kecukupan modal inti (Tier 1 CAR) dan rasio kecukupan modal total (CAR) sebesar 21,4% dan 26,3% per akhir Maret 2007, meskipun rasio tersebut dihitung tanpa mengikutkan pembagian dividen yang rasio pembayarannya terhadap keuntungan bersih telah dinaikkan menjadi 60% dari sebelumnya 50% di tahun 2005. Target CAR jangka panjang tidak berubah di 18%-20% untuk mendukung pertumbuhan bank secara organik dan non-organik. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads