BPR Berkinerja Baik Diusulkan Dapat Potongan Premi
Kamis, 19 Jul 2007 15:09 WIB
Yogyakarta - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang kinerjanya terus membaik diusulkan mendapat pengurangan premi penjaminan. Usulan itu ditujukan untuk mewujudkan keadilan.Hal itu diungkapkan Boediono saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Bank Prekreditan Rakyat (Perbarindo) di Gedung Jogja Expo Center (JEC) di Jl Janti Yogyakarta, Kamis (19/7/2007)."Supaya lebih adil, kalau kinerja BPR bagu akan kita usulkan preminya diperkecil," kata Boediono langsung disambut tepuk tangan 250-an peserta rakernas.Boediono mengakui, aset BPR selama kurun waktu tahun 2003-2007 terus meningkat hingga dua kali lipat dari Rp 12 trilun menjadi Rp 24 triliun. "Sungguh luar biasa dalam waktu 3,5 tahun mampu meningkat asetnya dengan angka mutlak, meski masih lebih kecil bila dibandingkan dengan aset bank-bank umum," puji guru besar Fakultas Ekonomi UGM itu.Sementara dari sisi kuantitas jumlah BPR juga mengalami kenaikan menjadi 1.800 BPR, yang sebagian besar berada di Pulau Jawa. Padahal sekitar 4 tahun lalu jumlahnya baru 1.100-an BPR.Keberadaan BPR saat ini sangat penting terutama untuk memberdayakan masyarakat kecil. Untuk itu, Boediono mengusulkan agar BPR yang saat ini ngumpul di Jawa, harus disebar keberadaannya di luar Jawa."Ada baiknya BPR mulai menyiapkan di luar Jawa seperti Lampung, Sulawesi yang sudah banyak penduduknya," katanya.Dia menambahkan peranan BPR tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat kecil terutama yang bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, BPR juga mampu menjangkau masyarakat kecil yang tidak bisa dijangkau bank-bank umum yang lebih besar."Hubungan keduanya selalu eksis dan terkait sehingga tak bisa terpisahkan. Yang lebih penting adalah BPR mampu menjangkau yang tak bisa dijangkau bank umum, itu kelebihan dan kekuatannya," demikian Boediono.
(bgs/qom)











































