Literasi Keuangan di Maluku Utara, OJK Sasar ke Petani dan Nelayan

Literasi Keuangan di Maluku Utara, OJK Sasar ke Petani dan Nelayan

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Jumat, 29 Agu 2025 13:46 WIB
OJK
Foto: Dok. Moch Prima Fauzi/detikcom
Halmahera Utara -

Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 menunjukkan indeks literasi di kalangan petani dan nelayan memiliki nilai terendah yakni 59,32%. Sementara untuk kelompok pegawai/profesional memiliki nilai tertinggi yakni 85,80%.

Oleh karena itu, segmen petani dan nelayan menjadi salah satu fokus target literasi keuangan yang digencarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sejak 2024, OJK telah memiliki program Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara nasional melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan. Program ini berfokus pada 10 kelompok masyarakat, beberapa di antaranya seperti disabilitas, perempuan, pelajar, pekerja migran, hingga petani dan nelayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) menjadi salah satu target wilayah dari penyelenggaraan program Gencarkan. Seperti baru-baru ini, OJK bersama Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Maluku dan Maluku Utara (Malut) menggelar kegiatan edukasi keuangan untuk masyarakat di Halmahera Utara, Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

Digelar pada Kamis (28/8), OJK bersama BNI dan BPD Maluku Malut menggelar literasi keuangan untuk para petani dan nelayan di Desa Luari, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Edukasi soal literasi keuangan digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, memahami produk dan layanan jasa keuangan serta melindungi warga dari jebakan penipuan yang berpotensi memberikan beban finansial di masa depan.

"Melalui program Gencarkan, OJK bersama industri jasa keuangan dan para pemangku kepentingan berupaya menghadirkan edukasi keuangan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Asisten Direktur Departemen Literasi Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, Rizky Jati Nugroho di Desa Luari, (28/8/2025).

Rizky menjelaskan khusus di Provinsi Maluku Utara, kegiatan ini telah terlaksana di seluruh 10 kabupaten/kota, dan pelaksanaan di Halmahera Utara pada Kamis (28/8), menjadi penutup rangkaian Gencarkan di provinsi tersebut.

OJK juga menggandeng duta literasi keuangan dari sejumlah kalangan, termasuk dari media massa. Salah satunya adalah Yuliawati, jurnalis dari Katadata yang diajak serta dalam memberikan edukasi mengenai literasi keuangan di Tobelo.

Selain itu hadir juga Manager Madya Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, Berlin Situmorang; Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Halmahera Utara, Taufik Katuju yang mewakili Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Utara, Victor Mangimbulude; Pelaksana Pemasaran Bank Maluku Malut, Florenchia Silvana Tomasoa; dan Analis Kredit BNI Cabang Tobelo, Davidson Komaling.

Dalam paparannya, Yuliawati memberikan pemahaman terkait cara mengelola keuangan agar petani dan nelayan bisa membagi proporsi kebutuhan dan keinginan. Misalnya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung, dan memiliki skala prioritas pengeluaran yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Uang itu kan bagian dari hidup kita, kalau uang itu tidak dikelola dengan baik, ya hidup kita bisa kacau. Jadi butuh kesabaran dan ketepatan dalam mengelola keuangan," ungkap Yuliawati.

OJK Foto: Dok. Moch Prima Fauzi/detikcom

Sementara itu, Berlin Situmorang memaparkan tentang fungsi dan tugas dari OJK selain sebagai pengawas perbankan, yaitu untuk menampung laporan terkait masalah di perbankan maupun potensi kejahatan di sektor keuangan. Selain itu Berlin juga mengungkapkan pihaknya bertugas untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat agar indeks inklusi keuangan bisa meningkat.

"Ini tentu menjadi tantangan kita, bagaimana kita mengharapkan agar setiap masyarakat yang menggunakan produk jasa keuangan itu paham apa manfaatnya, apa kegunaannya, apa yang sebenarnya kita butuhkan, kalau ada kendala ke mana kita datangi, jadi memang literasi itu penting," ungkapnya.

OJK Foto: Dok. Moch Prima Fauzi/detikcom

Di samping memberikan materi terkait pengelolaan keuangan dan pencegahan kejahatan di sektor keuangan, acara Gencarkan ini juga mengedukasi petani dan nelayan terkait fasilitas kredit dari Bank Maluku Malut maupun BNI.

Di Bank Maluku Malut petani dan nelayan bisa mendapatkan kredit modal untuk mengembangkan usaha mereka melalui fasilitas Kredit Usaha Mikro dengan pinjaman hingga Rp 50 juta dengan bunga 12%. Sementara di BNI menawarkan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga mulai 6% dengan pinjaman hingga Rp 500 juta.

'Gencarkan' Tingkatkan Literasi Keuangan Warga Luari

Desa Luari memiliki jumlah penduduk lebih dari 1.000 jiwa. Sebagian besar penduduknya merupakan petani dengan komoditas unggulan pisang Gorontalo atau yang umum dikenal sebagai pisang kepok. Sementara sekitar 40% penduduk lainnya berprofesi sebagai nelayan.

Kepala Desa Luari, Serni Maulang, mengatakan program Gencarkan yang hadir di desanya diharapkan bisa meningkatkan literasi keuangan warga yang sebelumnya sempat terjerat investasi bodong yang disebut 'karafoto'.

"Masyarakat juga (merasa) sangat penting edukasi keuangan seperti ini. (Untuk) mengingatkan kesadaran kita, sudah tidak perlu lagi itu investasi bodong, foya-foya saja orang bilang. Kasihan kita masyarakat kecil yang punya penghasilan cuma nelayan yang belum tentu dapat hari ini, sudah diambil oleh investasi bodong, kita mau makan apa," ujarnya.

Sementara itu, Silfan (29) salah seorang nelayan yang menjadi peserta program Gencarkan mengaku bersyukur dengan adanya literasi keuangan yang digelar di desanya. Dengan adanya edukasi ini, ia bisa mengetahui bagaimana mencegah dan mengetahui modus penipuan.

"Sangat bagus, saya jadi bisa dapat pengalaman berbagai macam sampai ke penipuan, (sehingga) kita bisa tahu adanya penipuan, kalau tidak ada (edukasi) seperti tadi, kita juga tidak paham kan," ungkap Silfan.

Untuk menggelar edukasi tentang literasi keuangan di Desa Luari, tim OJK dan duta literasi harus menempuh jarak sekitar 3.600km. Rute ditempuh dari Jakarta hingga Ternate, kemudian menyeberang menggunakan kapal ferry ke Pelabuhan Sofifi. Dari Sofifi, tim OJK dan duta literasi menempuh perjalanan darat sekitar 190km ke Desa Luari di Tobelo Utara. Waktu tempuh mencapai 4 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat dengan menyusuri jalanan yang berkelok dan medan menanjak.

Sebagian besar kiri dan kanan jalan merupakan kebun dan hutan dengan pepohonan yang lebat dan rimbun. Sesekali perjalanan juga menyusuri tepian pantai yang membuat perjuangan dalam memberikan literasi keuangan kepada petani dan nelayan menjadi lebih menantang.




(akn/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads