Ketularan Subprime Mortgage AS, Pasar Obligasi Loyo

Ketularan Subprime Mortgage AS, Pasar Obligasi Loyo

- detikFinance
Selasa, 24 Jul 2007 15:35 WIB
Jakarta - Pasar obligasi negara hingga minggu ketiga Juli 2007 ini masih sepi. Lesunya pasar obligasi negara terjadi karena faktor eksternal adanya kasus subprime mortgage (pasar perumahan yang berisiko tinggi) di AS.Kasus subprime mortgage di AS mengakibatkan penurunan penjualan rumah di AS yang dampaknya ikut menular ke pasar SUN domestik hingga sekarang. Di sisi lain faktor inflasi masih jadi kekhawatiran investor asing."Jadi market masih hati-hati," ujar Direktur Surat Berharga Negara Depkeu, Bhimantara Widyajala dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/7/2007).Rata-rata harian perdagangan SUN di pasar sekunder per Juli mencapai Rp 3,8 triliun. Turun jika dibanding bulan Mei Rp 8 triliun dan Juni sebesar Rp 7,8 triliun. "Bulan Mei itu puncaknya," ujarnya.Untuk SPN pada 18 Juli tercatat 8 transaksi senilai Rp 1,03 triliun. Karena merupakan yield seeker, investor akhirnya lebih memilih saham di Indonesia. Pasar saham di mata investor lebih menarik ketimbang obligasi negara."Saat ini return yang paling menjanjikan adalah di pasar modal. Sekalipun likuiditas di pasar besar. Tetapi larinya ke saham bukan ke SUN," jelas Bhimantara.Inevstor asing pun terlihat lebih kerap melepas SBI dan SUN. Berdasarkan catatan BI net selling BI oleh asing tercatat sebanyak Rp 2,4 triliun sementarapenjualan SUN Rp 1,5 triliun."Ini hal biasa, asing sempat jual, terus masuk lagi, ini bagus untuk pasar," ujarnya.Untuk mengatasi kelesuan pasar surat obligasi negara jangka pendek, pemerintah menyediakan SUN jangka panjang yang memiliki yield lebih tinggi. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads