BNI Securities Jalin Kerjasama dengan Sekuritas Top Korea

BNI Securities Jalin Kerjasama dengan Sekuritas Top Korea

- detikFinance
Kamis, 26 Jul 2007 12:58 WIB
Jakarta - BNI Securities (BNIS) menjalin kerjasama dengan perusahaan sekuritas top Korea yaitu Good Morning Shinhan Securities (GMSH). Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Presdir BNIS Hindarmojo Hinuri dan CEO GMSH Dong G. Lee dikantor BNI Securities, Indofood Tower, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (26/7/2007).Hindarmojo menggambarkan, Shinhan Financial Group yang merupakan holding dari GMSH adalah merupakan perusahaan finansial nomor 1 di Korea."Tandatangan Mou kerjasama ini adalah dalam investment banking, lalu merger dan akuisisi, equity investment, cross listing dimana akan membantu jika ada perusahaan Korea yang akan listing di Indonesia ataupun perusahaan Indonesia yang akan listing di Korea, project financing atau sekuritisasi, lalu juga meliputi bisang riset," paparnya. Selain itu, kerjasama kedua pihak ini juga menyangkut bidang IT. BNI Securities membidik GSMH untuk kerjasama IT karena online trading di Korea adalah nomor 1 di dunia. "Korea sudah tidak ada lagi floor trading, bahkan sudah bisa dengan mobile," jelasnya. Sementara itu CEO dari GMSH Dong G. Lee mengatakan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak. "Kami telah melakukan riset pada beberapa perusahaan sekuritas di Indonesia dan pilihan kami jatuh pada BNIS," jelasnya. Sebelum Mou ini, BNIS memberikan analisa untuk GMSH tentang saham-saham di Indonesia. "Kami merekomendasikan kepada GMSH 12 saham yang bergerak di bidang natural resources yang mengelola kurang lebih 30 persen dari natural resources di Indonesia, seperti Antam, Timah, PTBA, Lonsum, Medco, dan sebagainya," jelas Hindarmojo. Menanggapi hal ini, Lee mengatakan bahwa pihaknya berminat kepada 12 saham tersebut. "Kami akan melihat hal ini lebih lanjut, dan kalau bisa investasi ke saham itu," ujarnya. Menurut Hindarmojo, GMSH juga telah menyatakan minatnya untuk menjajaki hal tersebut. "Tapi kan harus dengan persetujuan pemegang saham kita yaitu PT BNI Tbk," ujar Hindarmojo. Mendengar pertanyaan ini, Lee pun mengangguk setuju. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads