Balikpapan Gabung SKN BI

Balikpapan Gabung SKN BI

- detikFinance
Jumat, 27 Jul 2007 14:11 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengimplementasikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di 17 penyelenggara kliring selain BI di Balikpapan pada hari ini.Peresmian SKN di Balikpapan dilakukan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi, Jumat (27/7/2007). "Implementasi ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan efisiensi, kehandalan, serta keamanan sistem pembayaran nasional melalui penyeragaman sistem kliring," ujar Budi dalam siaran pers yang diterima detikFinance. Peresmian implementasi SKNBI yang dilakukan meliputi wilayah kliring Pangkal Pinang, Dumai, Metro, Bontang, Kotabumi, Tarakan, Biak, Lubuk Linggau, Sorong, Baturaja, Langsa, Solok, Singkawang, Bukit Tinggi, Payakumbuh, Muara Bungo dan Sintang. "Implementasi ini merupakan rangkaian pertama impelementasi SKNBI bagi penyelenggara kliring non BI, dengan peresmian ini, sekitar Rp 52 triliun atau sekitar 96,5 persen transaksi kliring per harinya telah terintegrasi secara nasional," tuturnya. Selain itu, khusus untuk 17 wilayah yang diresmikan hari ini, transaksi kliring per harinya mencapai Rp 28,2 miliar atau 0,5 persen dari transaksi nasional. Ditargetkan pada akhir 2007 seluruh wilayah kliring di Indonesia termasuk penyelenggara kliring non BI akan terhubung dengan jaringan SKNBI. "Nantinya, masyarakat seluruh Indonesia termasuk yang berada di wilayah kabupaten atau kecamatan yang tergolong daerah terpencil dapat melakukan transfer dana pada hari yang sama sepanjang sistem internal bank peserta sudah sepenuhnya terhubung (fully online)," ungkap Budi. Implementasi SKNBI ini akan menciptakan biaya pencetakan dan handling warkat, SDM serta peralatan penunjang lainnya. "Di samping itu, pengintegrasian ini juga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas bank karena bank cukup memonitor satu posisi transaksi kliring secara nasional," jelasnya. Selain itu, menurut Budi, di sisi lain transmisi arus dana melalui SKNBI secara real time dan otomatis akan mempercepat peredaran kembali uang (velocity of money yang mendorong aktivitas ekonomi masyarakat yang pada gilirannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lalu SKNBI ini juga memberikan efisiensi yang tidak hanya dinikmati oleh bank, namun juga oleh para pelaku bisnis dan masyarakat secara luas. "Implementasi SKNBI juga memberikan kecepatan dan keakuratan settlement sehingga lebih memberikan kepastian penyelesaian transaksi dan meminimalkan resiko kegagalan penyelesaian," tambahnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads