Teknologi Perbankan yang Lemah Bisa Picu Krisis

Teknologi Perbankan yang Lemah Bisa Picu Krisis

- detikFinance
Jumat, 27 Jul 2007 14:14 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta perbankan di Indonesia untuk memperkuat jaringan sistem pembayarannya dengan infrastruktur yang memadai. Hal ini untuk mencegah risiko krsis yang terjadi dari sistem tersebut jika tekonologinya tidak bagus. Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom disela-sela acara kunjungan ke Museum BI Kota, Jakarta, Jumat (27/7/2007). "Dari krisis yang lalu (1997) dapat kita lihat bahwa infrastruktur sistem pembayaran perbankan belum kuat untuk menjaga likuiditas perekonomian," jelasnya. Miranda menekankan bahwa sistem pembayaran merupakan aliran darah untuk melancarkan likuiditas perekonomian. Menurutnya, jika ada distorsi yang mengganggu sistem pembayaran, maka likuiditas akan terganggu juga."Jadi kita harus paham atas risiko, bila terjadi terputusnya jaringan telekomunikasi maka yang terjadi adalah disaster sistem, Bank Indonesia sangat concern terhadap risiko tersebut," ujarnya. Dia mengatakan maraknya teknologi mobile banking dalam sistem pembayaran dan penggunaan kartu kredit serta ATM harus terus dijaga sistem teknologinya. "Bagi BI hal terpenting dalam sistem pembayaran adalah musti cepat, aman, efisien, dan handal," tukasnya. Oleh sebab itu lanjut Miranda, pengadaan infrastruktur harus didukung pula oleh kebijakan pengawasan termasuk juga kebutuhan jaringan teknologi non-bank."Karena itu kami berharap semua pengelola sistem pembayaran menerapkan manajemen risiko," tandas Miranda. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads