Perusahaan RI Dibujuk Terbitkan Sukuk di Malaysia

Perusahaan RI Dibujuk Terbitkan Sukuk di Malaysia

- detikFinance
Senin, 30 Jul 2007 12:57 WIB
Jakarta - Malaysia mulai gencar membujuk perusahaan-perusahaan Indonesia agar menerbitkan obligasi syariah atau sukuk di negaranya.Malaysia melakukan roadshow di Indonesia untuk mengundang perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mau menerbitkan sukuk di Malaysia. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Central Malaysia Dato Mohd. Razif Abdul Kadir dalam konfrensi pers usai seminar berjudul 'A Synergy of Islamic Financing in The Nusantara: Prospects and Challanges' di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (30/7/2007). "Malaysia ingin menjadi penghubung dan membuka jalan bagi bank maupun perusahaan di Indonesia untuk menerbitkan sukuk di Malaysia," kata Razif."Kita tahu bahwa perkembangan instrumen Islamic Financing di Malaysia sangat maju pesat, sementara Indonesia butuh untuk mengembangkan pendanaannya dalam pengembangan bisnis perusahaan dan juga proyek-proyek perusahaan tersebut," paparnya. Razif mengatakan Malaysia akan membantu Indonesia untuk bersama-sama mengembangkan Islamic Financing di Nusantara. "Karena kami lihat potensi dari pembiayaan syariah di Indonesia sangat besar," tambahnya. Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Fadjrijah mengakui Malaysia memang mengundang perusahaan-perusahaan bagus di Indonesia termasuk bank untuk menterbitkan sukuk di Malaysia. "Jadi mereka menginginkan agar perusahaan-perusahaan di Indonesia tidak hanya listing bond di Singapura saja, sebab di Malaysia penerbitan sukuk ini cost-nya murah," jelasnya. Fadjrijah mengatakan tujuan dari seminar ini adalah bagaimana Indonesia bisa ikut serta mengembangkan Islamic Financing agar dapat mengundang investor Timur Tengah. "Contohnya pada pembiayaan monorail dimana investor dari Dubai batal membiayai proyek tersebut karena tidak adanya instrumen syariah di Indonesia, jadi bagaimana kita dapat membuat aturan mengenai pembiayaan syariah di Indonesia," jelasnya. Dalam acara tersebut, Malaysia memberikan pengalamannya mengenai perkembangan Islamic Financing di Malaysia dalam menjawab prospek dan tantangan dari meningkatnya pembiayaan Islami di Indonesia. Malaysia juga mengenalkan penerbitan kurs asing sukuk menggunakan Malaysia International Islamic Financial Centre (MIFC). Isu penting yang dibahas lainnya adalah kebijakan dan inisiatif yang diadopsi oleh Indonesia untuk meningkatkan pembiayaan Islami. Kemudian asalah perbankan syariah, obligasi dan hukum sukuk di Indonesia, penelaahan pajak untuk pembiayaan Islami di Indonesia, dan Platform MIFC dan REIT'S Islami. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads