Akibat Kelebihan Likuiditas, Buy Back SUN Tak Laku
Selasa, 31 Jul 2007 15:13 WIB
Jakarta - Pemilik obligasi negara seri VR0012 lebih senang memegang obligasinya hingga jatuh tempo 25 September 2007. Niat pemerintah untuk mem-buy back obligasi tersebut akhirnya tidak terealisasi. Para pemilik obligasi tak ada yang mau melepas VR0012 itu.Demikian disampaikan Direktur Surat Berharga Negara Depkeu, Bhimantara Widyajala dalam konferensi pers di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/7/2007)."Pemilik obligasi memilih untuk mempertahankan sampai jatuh tempo, karena ekses likuiditas, mereka mengalami kesulitan juga kalau harus menempatkan dananya dimana. Nah, kan dia dapat cash, harus investasikan lagi. Masalahnya, untuk mendapat yield yang jauh lebih tinggi, nggak mudah," ujarnya. Faktor instrumen investasi yang dipakai oleh investor lebih berperan dalam hal ini. "Mereka lebih cinta ke VR-nya, daripada harus menukar dengan instrumen lain atau menyimpan dalam overnight. Kalau overnight yield-nya lebih rendah," tambahnya.Ia menekankan, tidak jadinya buy back ini bukan masalah harga, tapi memang karena tidak ada yang mau melepasnya ke pemerintah. Menurut Bhimantara, opsi buy back masih terbuka, tentunya dengan melihat kondisi pasar. Buy back perlu untuk stabilisasi pasar obligasi dan optimalisasi kas pemerintah. Terakhir kali pemerintah melakukan buy back adalah tahun 2005. "Dalam kondisi seperti ini, justru kita menawarkan seandainya pelaku ingin mengalihkan portofolionya, butuh cash ya, kita buka peluang itu," tandasnya.
(qom/ir)











































