Yield SUN Terus Melonjak Gara-gara Krisis di AS

Yield SUN Terus Melonjak Gara-gara Krisis di AS

- detikFinance
Selasa, 14 Agu 2007 17:14 WIB
Jakarta - Gara-gara krisis subprime mortgage di AS, rata-rata yield obligasi pemerintah terus merangkak naik. Selama 2 minggu terakhir yield SUN naik rata-rata 30 basis poin.Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Selasa (14/7/2007).Investor asing juga banyak yang melakukan penjualan obligasi SUN. Mulai dari Juni asing sudah menjual SUN senilai Rp 6 triliun dari Rp 81,78 triliun pada akhir Juni menjadi Rp 75,16 triliun pada 10 Agustus 2007."Mudah-mudahan ini tidak berlangsung lama, karena ini masalah persepsi, fundamental ekonomi masih bagus dan kedua pemerintah tidak ada perubahan kebijakan baik itu di pasar modal, perbankan yang bisa mempengaruhi keyakinan investor asing," ujarnya.Dalam masa krusial seperti sekarang pemerintah perlu meyakinkan pasar bahwa tidak ada perubahan kebijakan. "Pemerintah harus konsisten dengan kebijakannya," ujar Rahmat.Moody's dan Standard & Poor's (S&P) juga diharapkan akan menaikkan peringkat utang Indonesia pada tahun ini.Investor asing melakukan cut loss untuk mengurangi kerugian akibat anjloknya pasar global. Salah satu cara cut loss adalah menjual obligasi atau aset sekuritas yang dijual negara berkembang seperti Indonesia.Mengenai target penerbitan netto SUN yang ditambah menjadi Rp 58,5 triliun dari Rp 40,6 triliun pada APBN P 2007, Rahmat menilai target penerbitan SUN itu masih bisa turun lagi. Namun untuk penurunan itu belum final."Kami dalam 1 minggu ini akan mengevaluasi situasi pasar," ujarnya.Jika pemerintah jadi menurunkan target penerbitan SUN, akan ada penghematan pada sisi pembiayaan APBN. Pinjaman luar negeri, lanjut Rahmat, tetap dipatok pada US$ 2,1 miliar. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads