Pemerintah Jual Obligasi Rp 91 Triliun di 2008
Jumat, 17 Agu 2007 17:25 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menjual obligasi senilai Rp 91 triliun di tahun 2008. Penjualan obligasi itu untuk dalam negeri dan obligasi valas.Dalam nota keuangan dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2008 disebutkan, untuk penerbitan surat berharga dalam negeri (SBN) mencapai Rp 66,8 triliun dan SBN valas Rp 24,8 triliun.Penerbitan SBN dalam negeri terdiri dari surat utang negara (SUN), obligasi negara ritel (ORI), surat perbendaharaan negara (SPN) dan obligasi negara syariah (sukuk).Sedangkan obligasi yang dijual ke luar negeri dalam bentuk obligasi valas mencapai Rp 24,8 triliun yang terdiri dari SBN valas dan SBN valas syariah.Ekonom Tim Indonesia Bangkit (TIB) Iman Sugema menilai, penerbitan obligasi negara Rp 91 triliun yang lebih besar dari pinjaman utang luar negeri Rp 43 triliun, cukup bagus untuk mengurangi ketergantungan utang luar negeri. Hal itu diungkapkan Iman dalam jumpa pers TIB soal refleksi kemerdekaan khususnya mengenai nota keuangan yang telah disampaikan pemerintah ke DPR, di rumah makan kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (17/8/2007). Menurut Iman, memang seharusnya pembiayaan dari dalam negeri harus lebih besar untuk mengurangi pembiayaan asing."Kalau misalnya meminjam dana dari asing seperti Bank Dunia maka 34 persennya itu harus pakai komponen asing. Sedangkan pinjaman JBIC harus 80 persen berupa komponen asing. Buat apa itu kan akal-akalan mereka. Kalau dibiayai dari internal kita yang bisa menentukan sendiri," jelas Iman.Pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 91 triliun juga sangat tepat untuk menyerap likuiditas yang ada saat ini.Penarikan pinjaman luar negeri dalam RAPBN 2008 ditetapkan sebesar Rp 43 triliun. Dana itu berasal dari penarikan pinjaman program Rp 19,1 triliun dan pinjaman proyek Rp 23,9 triliun.Sedangkan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri di tahun 2008 mencapai Rp 59,7 triliun.
(ir/ir)











































