Aturan Baru LDR Perbankan Rawan Disalahgunakan
Sabtu, 18 Agu 2007 14:54 WIB
Jakarta -
Rencana memasukkan komponen obligasi korporasi dalam penghitungan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) dikhawatirkan akan disalahgunakan perbankan untuk membeli obligasi korporasi perusahaan yang terafiliasi.Demikian disampaikan pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic & Finance (INDEF) Iman Sugema, Sabtu (18/8/2007)."Saya khawatir nanti malah digunakan untuk membeli obligasi perusahaan yang terafiliasi, seperti dulu BCA membeli obligasi perusahaan Grup Salim," ujarnya.Jika itu terjadi, maka menurut Iman, resiko perbankan terhadap kredit bermasalah akan meningkat. Seperti halnya dulu ketika bank ramai-ramai memberikan kredit kepada perusahaan yang terafiliasi. Untuk itu Iman menganjurkan agar ada pemisahaan antara dana yang digunakan untuk pemberian kredit dan pembelian obligasi korporasi. "BI sudah terlalu dekat dengan pengusaha. Seharusnya kredit dan obligasi dipisah, obligasi dimasukkan ke investment to deposit ratio (rasio investasi terhadap simpanan), jangan dimasukkan juga ke LDR," ujarnya.Iman juga menyarankan agar ada peraturan semacam peraturan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) sehingga perbankan dibatasi untuk membeli obligasi yang terafiliasi.
(ard/ard)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
