Sofyan: Jangan Intervensi Taspen

Sofyan: Jangan Intervensi Taspen

- detikFinance
Senin, 20 Agu 2007 13:37 WIB
Jakarta - Di masa lalu, PT Taspen sering 'dibajak, aset-asetnya dijual dengan harga buku yang sangat mahal. Hal itu terjadi karena PT Taspen terlalu banyak diintervensi di masa lalu."Tentu ke depan, ini tak boleh terjadi lagi sehingga Taspen kian hari kian baik," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam pembukaan Taspen Executive Meeting dikantornya, Jalan Cempaka Putih, Jakarta, Senin (20/8/2007).Meski mengaku bangga dengan perkembangan Taspen, namun Sofyan mengaku ada ganjalan masalah dana Taspen sebesar Rp 110 miliar."Itu harusnya sesuatu yang tidak boleh terjadi walaupun ini masih dispute. Salah dimana salah di Bank Mandiri atau di Taspen, atau salah di kedua tempat," ujarnya.Kedua BUMN itu saling mengklaim paling benar. Menurut Sofyan, masalah dua BUMN itu harus diselesaikan secara hukum. "Biar kita tahu siapa yang salah," ketusnya.Penelusuran secara hukum, menurut Sofyan, penting karena Taspen saat ini sedang memperbaiki diri. "Tapi masih ada suara bahwa praktek lama masih dilakukan. Itu akan menjadi masalah bagi orang yang tidak tahu duduk permasalahannya," tambahnya.Sofyan berharap Machfud Sidik yang merupakan salah satu komisaris Taspen mampu menerapkan manajemen masjid. "Komisaris PT Taspen salah satunya Pak Machfud Sidik beliau kan pengurus masjid kalau bisa mengurus masjid Insya Allah bisa mengurus Taspen. Mudah-mudahan ini refleksi dari orang Taspen, dari Komut hingga Dirut adalah orang yang amanah," ujarnya. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads