Krisis Subprime Mortgage Bisa Jadi Berkah untuk Bank Lokal
Selasa, 21 Agu 2007 13:06 WIB
Jakarta - Krisis subprime mortgage di Amerika Serikat (AS) bisa memberi berkah kepada bank-bank lokal. Para investor yang sebelumnya selalu mencari utang dari luar negeri, diperkirakan akan berbalik melirik pendanaan dari bank-bank lokal. "Akibat dari subprime mortgage, perbankan bisa positif. Kesulitan kredit selama ini kan bukan karena bank tidak mau mengucurkan kredit, tapi karena investornya mencari dana keluar negeri," kata ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean dalam diskusi dikantornya, Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (21/8/2007).Ia menjelaskan, dengan adanya krisis subprime mortgage, sentimen positif terhadap negara-negara berkembang akan kembali muncul sehingga bank-bank asing akan kembali menaikkan suku bunga terhadap peminjam dari negara berkembang termasuk Indonesia."Jadi kemungkinan 3-6 bulan mendatang akan ada pelunasan terhadap pinjaman dari luar negeri dan balik ke bank dalam negeri," jelasnya. Menurut Martin, pembalikan itu juga terjadi karena kemungkinan The Fed tidak akan menurunkan Fed Fund Rate mengikuti penurunan tingkat suku bunga diskonto. Hal ini dikarenakan The Fed masih mengkhawatirkan masalah inflasi AS jika Fed Fund Rate diturunkan. Sementara BI Rate kemungkinan bisa diturunkan di kisaran 8 persen di tahun 2007 jika krisis subprime selesai, dan nilai tukar rupiah tidak lebih tinggi dari 9.700-9.800 per dolar AS."Penurunan BI Rate diperkirakan tidak akan terlalu dalam, kemungkinan bisa diturunkan lagi sampai 7,75% atau 7,5%. Itupun akan sangat sulit," jelasnya.Untuk inflasi, Martin memperkirakan kecenderungannya sampai akhir tahun akan kembali menurun, meskipun harga makanan meningkat. Inflasi diperkirakan mencapai 6,5% hingga akhir tahun. "Target pemerintah asumsinya akan tercapai," ujarnya.
(qom/ddn)











































