Fitch: Asia-Pasifik Sedikit 'Tercubit' oleh Krisis Mortgage
Rabu, 22 Agu 2007 15:18 WIB
Hong Kong - Perbankan di Asia Pasifik dipastikan hanya akan tersenggol sedikit oleh krisis subprime mortgage AS. Perbankan di kawasan ini hanya sedikit yang menanamkan investasi di sektor subprime mortgage AS yang kini dilanda kehancuran.Menurut lembaga pemeringkat Fitch Ratings dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (22/8/2007), perbankan di Asia Pasifik sangat sedikit menginvestasikan portofolionya di sektor yang berisiko tinggi itu."Kerugian investasi semacam itu memang akan mengurangi pendapatan tahunan, namun tidak akan menimbulkan risiko sistemik karena mereka tidak memberikan ancaman yang serius pada bank-bank yang kami survei," ujar Managing Director dan Kepala Institusi Finansial Fitch di Asia Pasifik, David Marshal.Namun Fitch menegaskan, eksposure di subprime mengancam penurunan valuasi mark to market dan kerugian ekonomi secara riil. Kerugian mark to market akan merefleksikan penurunan yang cepat dari nilai pasar sekuritas-sekuritas. Sekuritas dengan peringkat 'AAA' dan 'AA' kemungkinan akan menderita dampak yang lebih kecil, sementara yang berperingkat dibawahnya akan mendapat kerugian yang lebih signifikan.Khusus untuk Indonesia, Fitch tidak mendapatkan laporan adanya bank yang menderita kerugian akibat eksposure di subprime mortgage."Beberapa diantara bank memang memiliki investasi yang kecil dalam surat utang yang dikeluarkan ABCP melalui cabangnya di New York, namun jumlahnya sangat kecil yakni hanya 0,2% dari total nilai aset," demikian pernyataan dari Fitch.
(qom/ddn)










































