Rumah 'Mandiri' Rp 8 Miliar untuk Korban Tsunami

Rumah 'Mandiri' Rp 8 Miliar untuk Korban Tsunami

- detikFinance
Sabtu, 25 Agu 2007 11:15 WIB
Banda Aceh - Bencana tsunami sudah berlalu lebih dari 2,5 tahun yang lalu. Nanggroe Aceh Darussalam kini sedang memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Suasana pembangunan perumahan dan perbaikan sarana infratruktur masih terlihat di berbagai sudut kota di Banda Aceh. Aceh yang sempat porak poranda setelah peristiwa memilukan pada 26 Desember 2004 masih terus berbenah. Dari berbagai sudut jalan di Banda Aceh, terlihat jelas bahwa bantuan mengalir deras untuk memulihkan kondisi Aceh menjadi lebih baik pasca tsunami. Banyak lembaga lokal maupun internasional yang terus membantu pembangunan kembali rumah-rumah para korban tsunami. Namun pembangunan rumah dan infrastruktur jalan itu tampaknya belum mampu menghapus kesedihan masyarakat Aceh, seperti kisah dari desa Neuheun dan Lam Nga yang merupakan desa pesisir pantai. Setelah bencana tsunami meluluhlantakkan desa tersebut, sekitar 1700 jiwa yang ada di dua desa tersebut mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang jumlahnya puluhan di kaki perbukitan Glee Payong, Kabupaten Aceh Besar. "Waktu bencana di sini, banyak sekali rumah yang runtuh dan hanyut, dan di sela-sela runtuhan ada mayat yang tersangkut, air laut sampai kemari, warnanya hitam, ngeri. Saat itu kami terus lari ke bukit dan air mengejar di belakang kami," cerita seorang anak pengungsi desa Neuheun sambil menunjuk lokasi di sekitar tempat tinggalnya kepada detikcom, Sabtu (25/8/2007). Kondisi ini terlihat sangat memprihatinkan, karena anak-anak tersebut harus menghabiskan masa kecilnya di pengungsian pasca terjadinya bencana tsunami. Bank Mandiri pun membuat Community Development di desa Neuheun Kabupaten Aceh Besar dengan total dana Rp 8 miliar. Pembangunan Community Development ini dilaksanakan oleh Yayasan Nurani Dunia yaitu berupa pembangunan rumah baru serta pembangunan kembali rumah baru serta pembangunan kembali rumah penduduk yang rusak akibat gempa dan tsunami. Dengan berdasarkan hasil pendekatan dengan masyarakat, konsep awal pembangunan proyek ini adalah dengan sistem partisipatif. Artinya, pembangunan proyek ini mengikutsertakan masyarakat setempat, dengan tujuan agar menimbulkan rasa memiliki yang tinggi terhadap bangunan tersebut. Pembangunan ini dimulai sejak tahun 2005, dan diperuntukan bagi masyarakat Aceh dengan jumlah 61 rumah. Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo di sela acara peresmian rumah tersebut mengatakan bahwa proyek ini merupakan bentuk dukungan seluruh stakeholder Bank Mandiri terhadap upaya pemerintah dalam memperbaiki dan menata kembali kehidupan para korban tsunami Aceh. "Kami harapkan perumahan ini dapat mulai dihuni mulai bulan Agustus ini, dan semoga dengan rampungnya proyek ini aspek pembangunan lainnya seperti pendidikan dan kebudayaan dapat hidup normal seperti sedia kala," ujarnya di Banda Aceh. Perumahan tersebut dibangun di area seluas 51.450 m2 dalam bentuk cluster. Tiap cluster terdiri dari 5 rumah panggung berukuran 7X6 m2. Konsep rumah panggung dipilih dengan tujuan agar para penghuni dapat memberdayakan lantai bawah rumahnya untuk keperluan usaha seperti warung atau kandang ayam. Bank Mandiri dalam tahap pemulihan Aceh memberikan bantuan sebesar Rp 15,8 miliar. Bantuan itu untuk renovasi sekolah dan pemberian beasiswa, Pembangunan paviliun Psikiatri Zaitun Mitra di RS Meulaboh, dan pembangunan Community Development di Desa Neuheun. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads