Atasi Tumpukan Dana Pemda di SBI, Manajemen Keuangan Diperbaiki
Senin, 27 Agu 2007 12:10 WIB
Jakarta - Jumlah dana APBD yang tersimpan di bank, dari tahun ke tahun terus meningkat. Perlu segera ada kesamaan langkah pihak perbankan dan pemerintah, agar pemda menggunakan dana itu untuk pembangunan. Desakan di atas disampaikan Gubernur BI, Buhanudin Abdullah, menanggapi kritik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap lambannya realisasi proyek daerah akibat pemda lebih memilih membiakan dana APBD di bank. "Memang ini harus dibereskan. Ini membuatnya perlu kesamaan langkah dari bank dan pemerintah Betapa besar potensi pemda yang harus kita likuidasikan untuk kepentingan perekonomian kita," ujar Buharnudin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (27/8/2008). Berdasar catatan BI, dari tahun ke tahun dana milik pemprov dan pemkab/pemkot yang tersimpan di SBI, BPD dan bank, terus meningkat. Tapi Burhanudin tidak bersedia untuk menyebut nilainya maupun prosentasi peningkatannya. Menurutnya, biasanya dana-dana tersebut hanya tersimpan selama semester pertama dan selama itu pula terjadi penundaan pelaksaan proyek pembangunan. Baru pada semester dua, pemda mencairkan dana untuk pelaksanaan percepatan proyek daerahnya. "Dari sisi BI bila penyaluran dan pelaksaan proyek pemerintah bisa dipercepat, maka kredit bank juga bisa makin cepat. Jadi ada yang perlu dibereskan dalam manajemen keuangan kita," tandasnya.
(qom/ir)











































