Pertumbuhan Kredit Capai 20%

Pertumbuhan Kredit Capai 20%

- detikFinance
Selasa, 28 Agu 2007 18:11 WIB
Jakarta - Pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir Agustus sudah lebih dari 20% secara year on year. Bank Indonesia (BI) optimistis target pertumbuhan kredit 21-22% tahun 2007 bisa tercapai.Hal tersebut disempaikan Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad usai mengikuti rapat kerja membahas asumsi dasar RAPBN 2007 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2007)."Sampai akhir tahun angka pertumbuhan 21-22% itu tidak terlalu sulit. Pada semester II, kredit cenderung lebih tinggi dibanding semester I," jelas Muliaman. Salah satu penyebab tingginya pertumbuhan kredit di semester II karena biasanya APBN terealisasi pada semester II. "Dengan asumsi itu, 21-22% bisa tercapai, sehingga kekhawatiran kita terhadap pertumbuhan ekonomi yang kita targetkan 6,8% pada tahun depan tidak terlalu mengganggu," ujar Muliaman.Dan jika intermediasi perbankan bisa tumbuh dengan baik, maka BI optimistis pertumbuhan ekonomi 6,8% pada tahun 2008 bisa tercapai. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI itu, beberapa asumsi makro pada APBN 2008 disepakati antara lain pertumbuhan ekonomi 6,8%. Namun untuk asumsi pertumbuhan ekonomi, PDIP memberi catatan hanya bisa 6,3-6,5%.Asumsi lain yang disepakati, SBI 3 bulan 7,5%, inflasi 6%, nilai tukar rupiah 9.100 per dolar AS. Komisi XI DPR RI meminta target pertumbuhan ekonomi harus ditunjang dengan pertumbuhan investasi 15,5%, jauh dari target pertumbuhan investasi 2007 sebesar 10,1%. "Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja keras menciptakan iklim yang kondusif, dan BI harus memperbaiki kinerja bank dalam menyalurkan kreditnya," ujar Ketua Komisi XI Awal Kusumah.Pemenuhan Modal MinimumDalam kesempatan tersebut, Muliaman juga menegaskan bahwa BI akan meminta penegasan dari perbankan soal kesanggupan memenuhi modal minimum Rp 80 miliar akhir 2008.BI pada akhir September akan minta kepastian kepada perbankan Indonesia apakah mereka bisa memenuhinya hingga akhir tahun. "Akhir September ini checking point-nya. Kita minta kepastian kepada mereka, jangan dibilang akan, akan saja," tegas Muliaman. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads