ABN AMRO Seriusi Pembiayaan UKM
Rabu, 29 Agu 2007 17:02 WIB
Jakarta - Bank ABN AMRO mengukuhkan komitmennya untuk fokus kepada pembiayaan UKM dan menargetkan penyaluran kredit ke sektor ini hingga Rp 2 triliun sampai dengan akhir 2008. Demikian disampaikan oleh Country Head ABN AMRO Business Banking, Madi Lazuardi dalam diskusi 'Membangun UKM yang Bankable' di Tee Box Cafe, Jalan Wijaya, Jakarta, Rabu (28/8/2007). "Pembiayaan disektor UKM memang merupakan hal yang baru bagi kami sebagai bank asing, dibandingkan dengan bank-bank lokal yang ada, tapi kami akan serius berfokus kepada sektor UKM ini," jelasnya. Dia mengatakan bahwa perbankan seperti ABN AMRO memang sangat membutuhkan UKM untuk meningkatkan penetrasi pasar di Indonesia. Sektor UKM lanjut Madi, adalah sektor yang paling penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 5-10 tahun ke depan."Namun bank harus mau turut serta memainkan peran pendampingan dan pembinaan yang dibutuhkan UKM, bank harus jadi mitra bagi bisnis pelaku UKM, bukan sekedar pemberi kredit atau sponsor," tuturnya. Strategi yang akan dijalankan ABN AMRO dalam menjalankan bisnis kepada sektor UKM adalah melalui kemitraan dengan asosiasi pedagang dan produsen. Tujuannya untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan manajemen resiko. "Selama ini perbankan agak takut menggarap sektor UKM karena dipersepsikan memiliki risiko yang tinggi, dengan kemitraan, kami bisa mendapatkan referensi sekaligus rekomendasi sehingga membantu pengelolaan risiko," jelasnya. Madi mengatakan bahwa sampai saat ini outstanding kredit UKM ABN AMRO sebesar Rp 400 miliar. "Sampai akhir tahun kami targetkan outstanding ini bertambah Rp 500 miliar," ujarnya. Dia juga mengatakan bahwa dengan memfokuskan kepada UKM, ABN AMRO berharap dalam 2 tahun ke depan bisa ikut dalam linkage program yang dilakukan Bank Indonesia kepada sektor UKM.
(dnl/ir)











































