Umpatan 'Nabati' Untuk Penunggak Kartu Kredit Bank Mandiri
Jumat, 31 Agu 2007 11:38 WIB
Bandung -
Kata-kata kasar binatang kerap ditujukan para debt collector kepada penunggak kartu kredit. Namun Bank Mandiri tak mau menggunakan umpatan 'hewani', dan memilih umpatan 'nabati'.Direktur Bank Mandiri Sentot A Sentausa mengungkapkan, para pemegang kartu kredit kadang lupa untuk membayar tagihan pada waktunya. Para debt collector pun sering mendatangi mereka untuk pembayaran tagihannya.Nah, menurut Sentot, ada dua prosedur penagihan yakni cara halus atau soft collection dan kasar atau hard collection."Kalau yang soft collection itu biasanya sama gadis-gadis cantik yang masih muda, kalau hard collection itu sama yang garang-garang. Tapi saya pernah bilang, kalau menagih itu jangan pernah pakai nama binatang, pakai saja nama tumbuhan," ujarnya dalam temu media tahunan di Hotel Sheraton, Jalan Ir H. Juanda, Dago, Bandung, Jumat (31/8/2008).Wartawan pun penasaran. Mereka pun menanyakan contoh umpatan tumbuh-tumbuhan kepada Sentot."Ah dasar wortel luh," ujar Sentot memberi contoh umpatan tumbuhan dengan muka serius. Wartawan pun tertawa.Menurut pria berkumis ini,2 daerah yakni Medan dan Bandung merupakan aerah yang paling sering nunggak kartu kredit. "Bandung dan Medan redit paling berat, ternyata di Bandung banyak yang nunggak," ungkapnya.Meski menjabat sebagai direktur bank terbesar di Indonesia, ternyata Sentot juga pernah lupa membayar kartu kredit selama 2 hari. "Saya langsung ditelepon sama bagian credit card, itu berarti sistemnya jalan," ujarnya.
(ddn/qom)










































