Unpad Ganjar Gubernur BI Doktor Honoris
Sabtu, 01 Sep 2007 15:13 WIB
Bandung - Universitas Padjadjaran (Unpad) menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang pertanian kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah, sebagai buah dari concern-nya dalam pengembangan sektor pertanian. Acara pemberian gelar doktor honoris causa kepada Burhanuddin diserahkan oleh Rektor Unpad Ganjar Kurnia di Aula Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipatiukur, Sabtu (1/9/2007).Ketua Tim Promotor Pemberi Gelar, Burhan Arief, mengungkapkan alasan pemberian gelar kepada Burhanuddin karena dia adalah seorang pemikir yang tidak pernah lepas dari ilmu pertanian."Menurut pengamatannya sektor pertanian merupakan komponen utama yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia, karena produk pertanian menempati posisi yang besar dalam perhitungan inflasi. Apabila produksi pertanian gagal, inflasi akan meningkat," ujar Burhan Arief.Selama Burhanuddin menjabat sebagai gubernur BI, kata Burhan, berkomitmen memperbesar kiprah dalam pembangunan pertanian melalui wacana, pemikiran, dan penyuluhan agar pertanian menjadi lebih produktif dan berkualitas.Sementara itu dalam orasinya, Burhanuddin menyatakan nilai strategis dari industri pangan dan sektor pertanian dalam proses pembangunan nasional untuk kesejahteraan umum, sebenarnya telah disadari oleh para pemangku kebijakan.Namun, kata dia, dalam kenyataannya jarak antara kondisi sektor pertanian saat ini dengan kondisi yang diinginkan masih lebar."Saya ingin mengajak para pemangku kebijakan untuk menimbang satu pendekatan alternatif yaitu pendekatan yang menfokuskan strategi dan kebijakan-kebijakan pada penghambat terbesar pencapaian tingkat kesejahteraan yang optimal," ujar Burhanuddin.Pendekatan tersebut, lanjutnya, disebut growth through equity yang intinya memberikan peluang yang lebih luas bagi terciptanya distribusi penghasilan ekonomi secara lebih merata dan berkeadian bagi masyarakat tani."Pelaksanaannya dari pendekatan ini dapat dilakukan melalui pembenahan kendala-kendala spesifik untuk memperbaiki daya tawar mayoritas masyarakat tani paska produksi dan upaya penurunan risiko produksi di sektor pertanian," katanya.
(ern/ir)











































