30 Juta UKM Diterlantarkan Bank
Senin, 03 Sep 2007 12:54 WIB
Jakarta - Sekitar 30 juta usaha kecil menengah (UKM) tidak memiliki akses ke kredit perbankan, padahal banyak dari UKM itu termasuk layak dibiayai.Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (3/9/2007).Menurut Burhanuddin saat ini jumlah UKM tercatat sekitar 48 juta. Dari angka tersebut yang menjadi nasabah kredit perbankan hanya 18,9 juta UKM."Jadi ada 30 juta UKM yang tidak punya akses ke bank, padahal dari 30 juta itu ada yang feasible (layak). Ada yang jadi tukang soto atau tukang ban, dari hasil usahanya itu mereka bisa hidup, tetapi mereka menjadi tidak bankable (layak dapat kredit bank) karena tidak memiliki jaminan," ujarnya. Oleh karena itu, lembaga penjaminan kredit seperti Askrindo dan Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU) perlu ditingkatkan modalnya sehingga UKM yang tidak bankable bisa memperoleh kucuran kredit.Menurut Burhanudin, jika Askrindo ditambah modalnya maka gearing ratio dapat meningkat dan kemampuan penjaminan Askrindo juga bisa meningkat dari Rp 14 triliun menjadi Rp 37,15 triliun. Sehingga laba bersihnya meningkat dari Rp 85,98 miliar tahun 2006 menjadi Rp 213,18 miliar tahun 2011.Saat ini pemerintah sudah menyiapkan dana Rp 1,45 triliun untuk dua BUMN lembaga penjaminan kredit itu. Berdasarkan hasil pelaksanaan uji tuntas terhadap dua BUMN ini, sebaiknya suntikan modal Rp 1,45 triliun itu dilakukan secara bertahap karena manajemen di kedua BUMN itu masih perlu diperbaiki."Saya coba memahami saran ini, karena kredit terus meningkat dari tahun ke tahun, itu mereka tahu, tapi apakah pengusaha UKM-nya meningkat itu persoalan lain karena tidak mudah," ujarnya.
(ard/ir)











































