Lembaga Keuangan RI Harus Bisa Manfaatin Timur Tengah

Lembaga Keuangan RI Harus Bisa Manfaatin Timur Tengah

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2007 16:45 WIB
Jakarta - Timur Tengah sedang berlebihan dana karena kenaikan harga minyak dunia. Lembaga-lembaga investasi dan perbankan Indonesia diminta dapat menyerap potensi dana tersebut agar dapat menggerakkan sektor riil. "Pusat Keuangan dunia sekarang tidak lagi di New York dan London tetapi beralih ke Timur Tengah. Naiknya harga produk energi dan Timur Tengah membuat negara-negara penghasil minyak kelebihan dana," ujar Wapres Jusuf Kalla.Hal itu disampaikan dia saat memberi sambutan pada Acara Islamic Finance Summit di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selasa (4/9/2007).Menurut Kalla, penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta orang merupakan pasar potensial untuk Timur Tengah. Jika investor hendak berinvetasi di Indonesia, lanjut Kalla, akan memperoleh keuntungan besar dan cepat berkembang."Indonesia merupakan pasar keuangan yang potensial di Asia," kata dia.Kalla mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya memperbaiki iklim investasi dengan memperbaiki aturan birokrasi dan kepatian hukum, sisten tenaga kerja yang lebih adaptif, dan pembangunan infrastruktur yang terpadu."Seharusnya kita mendapat efek positif dari kenaikan minyak mentah ini, bukan sebaliknya membayar mahal kenaikan minyak ini," ujarnya.Sementara itu Utusan khusus Presiden Suslio Bambang Yudhoyono untuk negara-negara Timur Tengah Alwi Shihab optimis investor asal Timur Tengah akan berinvestasi di Indonesia jika perbaikan iklim investasi Indonesia benar-benar signifikan."Qatar, Kuawait, Dubai, dan Arab Saudi saat ini sedang menjajaki pembelian Bank-Bank di Indonesia," kata Alwi.Perbankan Kuwait, lanjut Alwi, malah sedang mengkaji kemungkinan take over dua Bank swasta di Indonesia. Namun Alwi belum bersedia menyebutkan dua Bank tersebut. Sedangkan negara lain, akan membuka cabang Banknya di Indonesia.Dalam Acara ini hadir juga Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah dan Utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk negara-negara Timur Tengah Alwi shihab. Hadir juga dalam kesempatan tersebut para investor dari Timur Tengah. (ken/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads