Pemprov DKI Jakarta Terbitkan Obligasi Daerah 2008

Pemprov DKI Jakarta Terbitkan Obligasi Daerah 2008

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2007 16:48 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah tahun depan untuk pembiayaan sejumlah proyek di Jakarta. Menurut Wakil Gubernur Jakarta Fauzi Bowo, Jakarta sudah layak untuk menerbitkan obligasi daerah sebagai sumber pembiayaan alternatif."Kita punya kinerja dan manajemen keuangan kita tidak jelek. Utang daerah relatif tidak ada atau kecil, kemudian juga ada dukungan dan dorongan dari pemerintah pusat kepada daerah yang qualified untuk mulai mengeksplor pembiayaan proyek dengan obligasi," ujarnya usai menerima audiensi utusan dari Departemen Keuangan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/9/2007).Fauzi mengatakan ada sejumlah proyek yang cukup besar di Jakarta yang layak dibiayai dengan obligasi daerah seperti proyek pengelolaan sampah, jalan tol, jalan raya dan lainnya. Penerbitan obligasi daerah untuk pembiayaan proyek-proyek itu, menurut dia, dapat memberikan citra yang baik tentang manajemen pembiayaan Pemprov DKI Jakarta."Saya ingin mulai dengan proyek highly feasible yang bisa berikan brand image yang baik bahwa Pemda DKI mengeluarkan obligasi daerah, secara implisit ini menunjukkan Pemda DKI ratingnya baik," kata Fauzi.Fauzi juga mengatakan penerbitan obligasi daerah dilakukan untuk mempercepat pembangunan di DKI Jakarta. Selama ini pembiayaan proyek-proyek pemprov berasal dari sumber keuangan konvensional seperti pajak dan retribusi daerah, jika pembiayaan proyek tetap berkutat di sumber keuangan konvensional, kemampuan pembangunan Pemprov DKI Jakarta tidak akan bisa berkembang dengan cepat."Sementara itu disisi lain pembangunan ini perlu akselerasi bukan cuma pembangunanannya sendiri. Dengan adanya investasi yang bertambah ini spin off-nya juga lebih besar, akhirnya pertumbuhan ekonomi juga lebih cepat," tambahnya. Meski ditargetkan rencana penerbitan obligasi dapat terealisasi tahun 2008, Fauzi mengatakan tetap akan melihat kondisi pasar saat itu."Ya, mudah-mudahan ini kan juga berorientasi pada pasar. Kalau pasar dalam kondisi buruk, kita mau menjual obligasi, namanya geblek," tandasnya. (ard/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads