Gus Ipul Ingin BRI Tetap dalam Khittahnya
Rabu, 05 Sep 2007 13:09 WIB
Jakarta - Saifullah Yusuf alias Gus Ipul siap melaksanakan amanat sebagai komisaris PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dia ingin agar BRI tetap berada di khittahnya untuk melayani para pengusaha kelas menengah ke bawah dan rakyat kecil."Saya akan melaksanakan amanat sebaik-baiknya agar BRI tetap dalam khittahnya," janji Gus Ipul saat dihubungi detikcom, Rabu (5/9/2007) ketika dimintai komentarnya penetapan dirinya sebagai komisaris BRI.Gus Ipul yang dihubungi pukul 12.50 WIB, mengaku belum dihubungi BRI terkait jabatan barunya itu. Penetapan Gus Ipul sebagai komisaris ditetapkan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di gedung BRI, Jl. Sudirman, Jakarta Rabu (5/9/2007).Sebagai komisaris, Gus Ipul akan mengawasi kinerja BRI agar tetap dalam khittahnya. "Khittah BRI kan UMKM ke bawah. Apalagi sekarang ini BRI adalah bank yang sangat sehat, sangat kuat, dan keuntungannya luar biasa. Nanti saya juga akan memberikan masukan-masukan tambahan sebagai wakil pemerintah," ujar Ketua Umum GP Ansor ini.Diminta Sofyan DjalilMengenai jabatan barunya ini, Gus Ipul sedikit membuka rahasia. "Saya diminta Pak Sofyan Djalil (Menneg BUMN) untuk menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk menjadi salah satu anggota komisaris," kata dia.Atas permintaan Sofyan Djalil, Gus Ipul pun setuju dan menyerahkan dokumen-dokumen itu. "Permintaan itu kira-kira satu bulan lalu," ujar dia.Saat itu, Gus Ipul sempat bertanya kepada Sofyan alasan mengapa dirinya yang diajukan. "Saya diberitahu bahwa ini meneruskan pekerjaan lama saya di daerah tertinggal. Kan ini memang perlu disinergikan," kata mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) ini.
(asy/qom)











































