Cadangan Devisa Turun US$ 470 Juta dalam Sebulan
Kamis, 06 Sep 2007 13:41 WIB
Jakarta -
Cadangan devisa Indonesia turun US$ 470 juta dalam sebulan. Jika akhir Juli cadangan devisa sebesar US$ 51,879 miliar, maka di akhir Agustus turun menjadi US$ 51,4 miliar.Hal itu diungkapkan Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Budi Mulya, dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/9/2007).Menurut Budi, cadangan devisa tersebut berarti setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.Budi tidak menjelaskan persisnya kenapa cadangan devisa turun. Namun Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin beberapa waktu lalu mengungkapkan, penurunan cadangan devisa itu karena untuk intervensi rupiah dan pembayaran utang luar negeri."Masih berlanjutnya gejolak subprime mortgage market di AS mendorong rata-rata bulanan nilai rupiah 3,3 persen di Agustus. Aliran keluar modal asing terutama terkait dampak rambatan masih berlanjutnya gangguan pada subprime mortgage di AS, dan ini mengakibatkan aliran keluar modal asing meningkat," paparnya.
(dnl/qom)










































