Bisnis Bancassurance di Indonesia Bisa Tumbuh 30%
Senin, 10 Sep 2007 16:47 WIB
Jakarta - Bisnis bancassurance (produk asuransi yang dijual lewat bank) di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sekitar 30 persen dimasa mendatang.Tingginya pertumbuhan bancassurance tersebut karena peneterasi di Indonesia masih rendah yaitu hanya mencapai 0,8 persen dari total PDB."Jumlah nasabah bank di Indonesia yang sebesar 40-45 juta merupakan pangsa pasar potensial untuk perusahaan asuransi melalui bisnis bancassurance," kata Presdir PT Sunlife Financial Indonesia, Barru Halpern di acara seminar bancassurance di Hotel Four, Jakarta, Senin (10/9/2007).Barry mengatakan bisnis ini tidak hanya milik bank-bank beraset besar di atas Rp 10 triliun, tapi juga akan diburu bank beraset Rp 1-10 triliun untuk meningkatkan fee base income.Barry mengatakan, pertumbuhan bisnis bancassurance juga akan mendorong pertumbuhan premi asuransi."Bancassurance merupakan jalur distribusi yang prospektif untuk meningkatkan pendapatan premi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap asuransi jiwa," kata Barry.Saat ini Sunlife sendiri akan terus memaksimalisasi bisnis bancassurance dengan produk seperti asuransi pendidikan, berjangka, rawat inap dan unit linked.
(ir/qom)











































