Masyarakat dalam melakukan transaksi kini dimudahkan dengan layanan BI-Fast. Hal ini karena transaksinya lebih cepat, mudah dan dana langsung masuk ke rekening tujuan.
Meski begitu, Bank Indonesia (BI) menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dibalik kemudahan transaksi yang ada saat ini. Pasalnya, masih ada oknum-oknum nakal yang memanfaatkan kelengahan pengguna BI-Fast untuk meraup keuntungan dengan cara menipu.
"Tapi sobat, di balik semua kemudahan, masih ada saja oknum yang memanfaatkan kelengahan. Untuk itu, selalu waspada saat bertransaksi," kata narator dalam postingan Instagram @bank_indonesia dikutip, Minggu (4/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tidak menjadi korban oknum tersebut, BI memberikan sejumlah tips. Pertama BI menghimbau nasabah selalu berhati-hati saat menggunakan layanan BI-Fast, terutama dalam memastikan tujuan transfer dan keamanan data pribadi.
Pengguna diminta untuk selalu mengecek nama penerima sebelum melakukan transfer. Jika nama yang muncul tidak sesuai dengan tujuan, ada baiknya transaksi segera dibatalkan.
Kedua, BI menyarankan agar masyarakat menggunakan aplikasi mobile banking resmi dari bank masing-masing. Hal ini penting bisa mengecek setiap transaksi.
Ketiga, jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau password kepada orang lain. Keempat, selalu aktifkan notifikasi transaksi untuk memantau aktifitas.
Kelima, selalu gunakan gunakan perangkat dan jaringan yang aman saat melakukan transaksi keuangan. Keenam yang tidak kalah penting yakni, atur limit transfer harian untuk mengurangi risiko kerugian.
Ketujuh, simpan bukti transaksi dan rutin cek mutasi. Terakhir, gunakan kanal pengaduan resmi jika ada transaksi mencurigakan.
(kil/kil)










































