Dianggap Kurang 'Jerman', Bankir Tuntut Dresdner

Dianggap Kurang 'Jerman', Bankir Tuntut Dresdner

- detikFinance
Kamis, 13 Sep 2007 11:37 WIB
London - Seorang bankir menggugat Dresdner Kleinwort senilai 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 4 miliar, setelah merasa mendapat diskriminasi.Malcom Perry, 45, seorang bankir dengan kewarganegaraan Australia terpaksa harus kehilangan pekerjaannya dengan gaji 2,2 juta poundsterling. Namun ia mengaku dirinya mengalami diskriminasi dan terpaksa kehilangan pekerjaannya karena dianggap kurang 'Jerman'. Perry berkisah, dalam pertemuan di Frankfurt yang mendiskusikan restrukturisasi pada Februari 2006, ia dipaksa keluar lebih cepat karena sedang tidak enak badan terutama akibat efek terlalu mabok pada malam sebelumnya.Namun ia mengklaim, setelah meninggalkan rapat, ada seseorang lagi yang hadir untuk membahas rencana yang lebih detail dari rencana restrukturisasi semula. Dan sehari kemudian, ia mengaku merasa sangat terkejut setelah melihat seluruh rencana yang akan diimplementasikan untuk restrukturisasi bank tersebut.Lebih kaget lagi, seorang koleganya, Bill Fish ditunjuk untuk menjalankan proses restrukturisasi itu. Bill Fish diketahui merupakan karyawan yang tinggal di Jerman, berbahasa Jerman dengan lancar dan terkait erat dengan lingkaran bank tersebut. Perry merasa prihatin karena telah dimarjinalisasikan dalam proses restrukturisasi dan seorang koleganya mengatakan "Malcolm, mereka ingin berbalik kembali menjadi bank Jerman".Setelah proses restrukturisasi rampung, divisi tersebut memiliki 9 manajer, dan 6 diantaranya berasal dari Jerman. Bagaimana komentar Dresdner Kleinwort terhadap tuntutan tersebut? "Malcolm Perry meninggalkan perusahaan pada tahun 2006 selama restrukturisasi divisi pasar saham kami saat posisinya terdesak," jelas Dresdner dalam pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/9/2007)."Kami secara penuh menolak tudingan Perry. Kami berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan dan akan mempertahankannya dengan penuh semangat," tandas Dresdner. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads