ORI003 Laris di Pasar Sekunder
Kamis, 13 Sep 2007 17:07 WIB
Jakarta - Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ketiga atau ORI003 merupakan ORI yang paling laris perdagangannya pada hari pertama di pasar sekunder ketimbang pendahulunya ORI001 dan ORI002.Pada perdagangan perdana ORI003 ditransaksikan senilai Rp 922,5 miliar dengan frekuensi 129 kali."Perdagangan hari pertama ORI003 paling sukses dibanding ORI sebelumnya," ujar Direktur PT Bursa Efek Surabaya (BES) Guntur Pasaribu dalam jumpa pers mengenai perdagangan perdana ORI003 di kantor BES, Plaza Bapindo, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (13/9/2007).Tingginya nilai perdagangan ORI mencerminkan minat masyarakat yang kuat terhadap ORI003. Tingginya minat juga direfleksikan dari meningkatnya harga ORI yang ditutup 0,25 persen lebih tinggi pada perdagangan perdana. Itu berarti harga ORI pada hari pertama mencapai 100,25 persen."Hari ini harga tertinggi ORI003 yang ditransaksikan mencapai 101,5 persen," ujarnya.Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto menambahkan pemerintah tidak akan membatasi transaksi ORI di pasar sekunder. Ini untuk memberikan kebebasan bagi investor untuk menambah atau merealisasikan keuntungan.Mengenai 2 agen penjual yang tidak memenuhi kuota penjualan ORI003, yakni PT BRI Tbk dan PT Valbury Securities, Rahmat mengatakan keduanya tetap bisa mengikuti proses penerbitan ORI selanjutnya."Untuk seleksi berikutnya kita tetap akan mengundang bank dan perusahaan sekuritas yang memenuhi syarat untuk menjadi agen penjual. Tentu akan ada penilaian dari kinerja sebelumnya," ujarnya.Pemerintah sebelumnya menetapkan BRI sebagai agen penjual ketiga terbaik setelah Bank Mandiri dan BCA.Meski BRI tidak memenuhi kuota namun pemerintah memiliki kriteria lain yaitu jumlah investor dan distribusi penjualan ORI yang lebih merata.
(ddn/ir)











































