Kusumaningtuti-Made Sukada Boleh Jadi Calon DG BI Lagi
Selasa, 18 Sep 2007 08:06 WIB
Jakarta - Dua calon Deputi Gubernur BI yang tidak terpilih yakni Kusumaningtuti dan Made Sukada diperbolehkan mencalonkan diri kembali untuk menjadi calon Deputi Gubernur BI (DG BI). Keduanya dinilai sebagai aset yang penting."Dua kandidat yang tidak terpilih adalah merupakan kader aset terbaik perbankan kita. Tahun 2008 akan ada fit and proper untuk calon DG bahkan untuk gubernur. Nah, mereka merupakan kader yang dipersiapkan untuk masuk ke arena nanti," jelas Ketua Komisi XI Awal Kusumah usai Rapat Pemilihan Deputi Gubernur BI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2007) malam.Dengan ikutnya kembali dua calon DG BI itu, menurut Awal akan ada kesinambungan substansi kader-kader yang ada."Yang tidak terpilih dipersilahkan untuk masuk ke fit and proper di tahun mendatang, malahan mereka bisa masuk menjadi kandidat calon Gubernur," paparnya.Sedangkan Budi Mulya dan Ardhayadi M. terpilih sebagai DG BI secara aklamasi dikarenakan 10 fraksi yang ada di Komisi XI DPR RI mempunyai pendapat yang sama. "Tidak ada catatan kepada kedua calon, 10 fraksi pendapatnya sama, jadi saya sebelumnya sudah beri kesempatan 10 hari kepada para calon (Deputi Gubeenur) untuk sosialisasi, sementara kita tahu fit & proper ini hanya singkat waktunya," jelasnya. Untuk kedua kandidat terpilih tersebut, Awal mengatakan bahwa Komisi XI akan melaporkan hasil tersebut kepada Badan Musyawarah DPR untuk selanjutnya dibawa kepada Sidang Paripurna DPR RI."Sebelum masa reses kita akan bawa ke Ketua DPR, dan selanjutnya akan dibawa ke Paripurna," ujarnya. Awal mengatakan bahwa 2 kandidat yang telah terpilih tersebut merupakan peserta fit & proper test calon Deputi Gubernur BI pada tahun 2006. "Dan pada saat itu kita menyatakan pada waktu itu bahwa kandidat yang tidak terpilih merupakan aset perbankan yang baik, ini kita buktikan bahwa pada saat ini mereka ternyata terpilih," jelasnya. Pada kesempatan yang sama Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Andi Rahmat mengatakan bahwa alasan pemilihan Budi Mulya dan Ardhayadi sebagai Deputi Gubernur BI adalah karena keduanya mempunyai pengalaman lebih. "Kita tahu Budi Mulya sering mengikuti Rapat Dewan Gubernur BI, hal ini sangat mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, dan dia (Budi Mulya) terbiasa dengan hal tersebut," jelasnya. Sementara untuk Ardhayadi, Andi menilai bahwa pengalamannya di Bank Indonesia sangat luas. "Dia bukan hanya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Bank Indonesia di daerah, tapi juga Kepala Kantor Perwakilan BI di London," jelasnya.
(dnl/qom)











































