Terungkap! Penyebab UMKM RI Susah Naik Kelas

Terungkap! Penyebab UMKM RI Susah Naik Kelas

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 18 Jan 2026 23:00 WIB
Terungkap! Penyebab UMKM RI Susah Naik Kelas
Ilustrasi UMKM - Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sektor UMKM Indonesia masih menghadapi tantangan berat. Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak tiga tantangan yang menghambat sulitnya UMKM naik kelas, dari realisasi kredit hingga kesiapan merambah pasar internasional.

Dikutip dari unggahan resmi instagram @bank_indonesia, realisasi kredit UMKM mengalami penurunan 0,64% secara tahunan hingga November 2025. Dari sisi pengelolaan, hanya terdapat 39,4% UMKM yang telah menerapkan sistem digital. Selain itu, kesiapan ekspor UMKM juga masih terbatas, baik dari sisi produksi, manajemen, hingga akses pasar.

"Dalam perjalanannya, banyak UMKM ingin tumbuh lebih jauh, tapi terhambat di hal-hal mendasar, #SobatRupiah. Mulai dari pencatatan keuangan yang belum rapi, data usaha yang belum tersusun, hingga sistem pembayaran yang belum optimal. Menyadari hal ini, Bank Indonesia punya strategi jitu agar UMKM dapat naik kelas dan terus #BeriMakna bagi keberlanjutan perekonomian kita," ungkap Bank Indonesia dalam unggahannya, dikutip Minggu (18/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal sektor UMKM telah berkontribusi sebesar 60% terhadap perekonomian nasional. Selain itu, kontribusi UMKM ke pasar ekspor tercatat terus tumbuh sebesar 15,7%. Karenanya, BI mendorong UMKM naik kelas melalui 46 kantor perwakilan di daerah.

ADVERTISEMENT

"Bank Indonesia hadir mendampingi UMKM agar tumbuh lebih kompetitif, berdampak, dan berkelanjutan," ujar dia.

BI telah menetapkan sejumlah strategi untuk menarik konsumen, seperti market intelligence, kurasi dan promosi perdagangan, sinergi dengan stakeholders, hingga mengadakan business matching penjualan.

Selain itu, BI juga memiliki strategi untuk mendorong UMKM seperti melakukan standarisasi dan sertifikasi produk, pemanfaatan platform digital, akses pembiayaan perbankan, hingga sinergi dengan kementerian dan lembaga.

"UMKM yang kuat adalah pilar perekonomian berkelanjutan. Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM agar memiliki ekosistem usaha yang semakin kokoh," pungkasnya.

(kil/kil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads