OJK Ungkap Total Kerugian Scam Rp 9 T, Segini yang Bisa Diselamatkan

OJK Ungkap Total Kerugian Scam Rp 9 T, Segini yang Bisa Diselamatkan

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 22 Jan 2026 12:29 WIB
OJK Ungkap Total Kerugian Scam Rp 9 T, Segini yang Bisa Diselamatkan
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi/Foto: OJK
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total kerugian penipuan transaksi keuangan atau scam mencapai Rp 9,1 triliun. Angka tersebut dihimpun oleh Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sejak 2024 hingga 14 Januari 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan total kerugian ini berasal dari aduan masyarakat ke IASC. Dalam periode yang sama, IASC juga menerima 432.637 laporan terkait scam.

"Sampai dengan 14 januari 2026, Indonesia Anti Scam Center mendapatkan lebih dari 432.637 laporan dari masyarakat. Jumlah rekening yang kami blokir karena terindikasi scam adalah sebanyak 397 ribu rekening lebih dan berdasarkan data, ada Rp 9,1 triliun dana masyarakat hilang terkena scam ini," ungkapnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana yang Bisa Diselamatkan

Saat ini dana korban yang berhasil diselamatkan IASC sebanyak Rp 432 miliar. Namun, baru sekitar Rp 161 miliar dana yang telah dikembalikan kepada korban scam tersebut.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menyebut, terdapat tantangan pemulihan dana para korban scam. Ia menyebut 80% korban scam baru melaporkan 12 jam setelah kejadian sementara dana hasil penipuan dapat dialihkan pelaku kurang dari 1 jam.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dana hasil penipuan langsung dialihkan di lebih dari satu instrumen keuangan. Bahkan dana tersebut dengan cepat dialihkan ke banyak rekening bank, dompet elektronik, aset kripto, hingga emas digital.

"Dulu mungkin kalau scam ini dana dilarikan muter-muter di sektor perbankan saja, tapi saat ini dana korban tidak hanya berhenti di satu rekening bank tetapi dengan cepat dialihkan ke berbagai instrumen dan ekosistem digital, mulai dari rekening di bank lain, dompet elektronik, aset kripto, emas digital, hingga platform e-commerce dan aset keuangan digital lainnya," pungkasnya.

Simak juga Video 'Terbongkarnya Markas Love Scam Internasional di Sleman':

(ahi/ara)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads