Bunga The Fed Turun 50 bp, BI Makin Leluasa
Kamis, 20 Sep 2007 08:39 WIB
Jakarta - Penurunan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin (bp) memberi kemungkinan bagi Bank Indonesia (BI) untuk memiliki ruang bagi penurunan kembali BI Rate. Syaratnya, inflasi di dalam negeri harus bisa dikuasai. Demikian dikatakan oleh Gubernur BI Burhanuddin Abdullah usai rapat koordinasi menteri bidang ekonomi dengan Bank Indonesia, di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2007) malam.Menurut Burhanuddin, makin lebarnya jarak antara BI Rate yang saat ini 8,25% dengan Fed Fund Rate yang 4,75%, akan sangat mendukung BI dalam mengambil keputusan.Nemun demikian, semua faktor terutama inflasi harus terus dimonitor. Namun berdasarkan keterangan dari Menteri Perdagangan, meski harga komoditas naik, namun tetap bisa dikendalikan. "Saya tadi melihat dan mendengarkan dengan seksama keterangan dari Mendag bahwa berbagai komioditi yang ada kelihatannya telah berada dalam kontrol pemerintah," jelasnya.Burhanuddin mengatakan bahwa untuk ekspektasi inflasi tahun 2007, secara keseluruhan masih bisa dikendalikan. "Secara keseluruhan kelihatannya ekspektasi inflasi dalam negeri terutama yang berasal dari bahan pangan, volatile food, dan administered price kelihatannya masih bisa terkontrol karena itulah maka inflasi untuk akhir tahun 2007 masih bisa mencapai sasaran sebagaimana yang kita inginkan (6+1 persen)," tambahnya."Karena itu maka kemungkinan untuk adanya ruang penurunan suku bunga BI rate masih tersedia, kami juga akan melihat itu dari waktu ke waktu, kita lihat nanti pada 8 Oktober 2007," imbuhnya.
(dnl/qom)











































