Bapepam: Banjir Dana Asing Tidak Perlu Ditakuti

Bapepam: Banjir Dana Asing Tidak Perlu Ditakuti

- detikFinance
Kamis, 20 Sep 2007 15:09 WIB
Jakarta - Masuknya kembali dana-dana asing di pasar Indonesia menyusul turunnya bunga The Fed tidak perlu ditakuti. Seluruh dunia mengalami aliran dana asing.Demikian dikatakan oleh Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (20/9/2007). "Itu bisa ke seluruh Asia, ke negara regional, Indonesia bisa jadi centernya, Indonesia bisa kena tapi nggak terlalu, kita enggak usah terlalu khawatir, in general kan sekarang bagus, jadi carry trade mungkin dampaknya tidak terlalu kelihatan juga, apakah nanti sekarang lonjakannya disebabkan carry trade saya susah memilah-milahkan, tapi dampaknya mesti ada," paparnya. Fuad juga mengatakan bahwa pemerintah tidak menyiapkan suatu kebijakan khusus untuk menghadapi dana-dana asing yang masuk. "Buat kita carry trade dan return sama saja, kita tidak bisa bedakan asal usulnya dari mana," jelasnya. Menurut Fuad sangat sulit untuk melihat data-data dampak yang terjadi akibat munculnya carry trade di sektor keuangan. "Soalnya begini, kita tidak bisa tahu mana dampak carry trade-nya, sehingga datanya tidak bisa dilihat, uang itu kalau di internasional blended, kita hanya bisa mengira-ngira mungkin carry trade, tapi kita tidak tahu ada uang masuk sampai Rp 3 triliun, berapa yang carry trade kita tidak tahu," tuturnya. Fuad mengatakan bahwa pemerintah sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk membahas kebijakan dalam menghadapi arus dana asing yang masuk. "Kita sudah koordinasi dengan BI, kita sudah bahas, belum ada pembicaraan dengan BI, tapi masalahnya di era sekarang globalisasi uang tidak bisa dibeda-bedakan mana uang hedge fund, kita susah," kata Fuad.Menurut Fuad memang ada upaya untuk mempelajari bagaimana bisa mempunyai data-data dana itu dengan akurat."Jadi kita berusaha ke arah sana, tapi tidak gampang, kita tanya ke internasional, Hongkong pun mereka juga tidak pernah tahu yang mana," katanya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads