Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya. Ketua The Fed, Jerome Powell menilai keputusan ini diambil di tengah kondisi ekonomi yang solid dan berkurangnya risiko inflasi dan lapangan kerja.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan bank sentral di kisaran 3,50-3,75%. Ini menjadi sebuah prospek cerah yang dapat menandakan penantian panjang pemangkasan suku bunga acuan The Fed.
"Ekonomi sekali lagi mengejutkan kita dengan kekuatannya," kata Powell dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Powell mengatakan Fed masih akan terbuka untuk melihat kondisi pemangkasan tingkat suku bunga lebih lanjut. "Ada banyak sekali kombinasi, bahkan tak terhingga jumlahnya, yang mungkin menyebabkan kita ingin melakukan perubahan," kata Powell.
Sejak pertemuan kebijakan terakhir Fed pada Desember, Powell memangkas suku bunga berturut-turut. Kala itu, risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan lapangan kerja telah berkurang.
Keputusan Powell sebenarnya sudah diperkirakan oleh pasar keuangan. Ada bentuk ancaman terhadap independensi The Fed karena Powell dan Presiden AS Donald Trump berseteru soal tingkat suku bunga.
Trump ingin suku bunga segera diturunkan untuk menggenjot perekonomian, sementara Powell tak mau terburu-buru. Pemerintahan Trump bahkan sampai membuka penyelidikan kriminal terhadap Powell awal bulan ini. Powell mengatakan penyelidikan tersebut bertujuan untuk menekan bank sentral agar memotong suku bunga sesuai dengan preferensi presiden.
Para pejabat The Fed menjelang pertemuan minggu ini sebagian besar menggambarkan pasar kerja sudah stabil, dengan peningkatan lapangan kerja meskipun kecil. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan yang lebih lambat dalam jumlah pencari kerja sebagai akibat dari kebijakan imigrasi yang lebih ketat dari pemerintahan Trump. Tingkat pengangguran pada Desember turun menjadi 4,4%.
(hal/ara)










































