CIMB Niaga Bagikan Jurus Kelola Investasi di Tengah Dinamika Pasar

CIMB Niaga Bagikan Jurus Kelola Investasi di Tengah Dinamika Pasar

Hana Nushratu Uzma - detikFinance
Sabtu, 31 Jan 2026 14:46 WIB
CIMB Niaga Bagikan Jurus Kelola Investasi di Tengah Dinamika Pasar
Foto: CIMB Niaga
Jakarta -

Kebijakan suku bunga global dan domestik yang dipertahankan pada level rendah membuka peluang baru sekaligus tantangan bagi nasabah dalam mengelola kekayaan. Di tengah arus informasi yang kian deras dan pasar yang bergerak cepat, peran bank tak lagi sekadar menyediakan produk, tetapi juga membantu nasabah memahami risiko dan peluang secara lebih jernih.

Head of Retail Deposit, Wealth and Insurance Business CIMB Niaga Ariteguh Arief mengatakan perkembangan industri wealth management di Indonesia kini memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menumbuhkan aset sesuai tujuan investasinya. Dukungan teknologi membuat layanan yang dulu terasa eksklusif semakin mudah diakses.

"Informasi dan produk investasi sekarang bisa dijangkau lebih luas, sehingga perencanaan keuangan menjadi bagian dari kebutuhan yang makin relevan bagi banyak orang," kata Ariteguh kepada detikcom beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, keterbukaan akses itu juga menghadirkan tantangan tersendiri. Nasabah kerap dihadapkan pada ketidakpastian pasar serta banjir informasi dari berbagai sumber. Dalam situasi ini, bank berupaya menjadi mitra yang membantu menyaring informasi agar keputusan investasi tetap sejalan dengan tujuan dan profil risiko masing-masing nasabah. CIMB Niaga, misalnya, menyediakan informasi pasar melalui kanal resmi dan layanan digital untuk membantu nasabah mengambil keputusan yang lebih terukur.

ADVERTISEMENT

Dari sisi kebijakan, suku bunga yang dipertahankan pada level rendah mendorong nasabah untuk meninjau ulang strategi portofolionya.

Menurut Ariteguh, kebijakan bank sentral, baik di dalam negeri maupun global, berpengaruh terhadap nilai tukar dan tingkat imbal hasil, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja portofolio.

"Perubahan kebijakan perlu dipahami konteksnya, sehingga penyesuaian portofolio dilakukan secara rasional, bukan reaktif," ujarnya.

Dalam kondisi suku bunga rendah, strategi alokasi aset menjadi kunci. Instrumen pendapatan tetap tetap berperan sebagai penopang stabilitas, sementara saham dapat dimanfaatkan untuk mengejar pertumbuhan jangka panjang. Kombinasi keduanya, kata Ariteguh, perlu disesuaikan dengan tujuan investasi dan toleransi risiko masing-masing nasabah.

Kondisi suku bunga yang bertahan rendah juga membuka peluang capital gain pada obligasi dan reksa dana pendapatan tetap. Karena itu, minat terhadap instrumen fixed income cenderung meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

CIMB NiagaHead of Retail Deposit, Wealth and Insurance Business CIMB Niaga Ariteguh Arief (Dok. CIMB Niaga)

CIMB Niaga melihat tren ini sebagai peluang bagi nasabah untuk memperoleh hasil yang lebih optimal, dengan tetap menjaga prinsip diversifikasi agar portofolio tidak bertumpu pada satu jenis aset saja.

Bagi nasabah dengan profil konservatif, fokus utama masih pada perlindungan nilai pokok investasi. Instrumen berisiko rendah menjadi pilihan untuk menjaga stabilitas, sembari tetap memberikan imbal hasil yang relatif konsisten.

Sementara bagi nasabah yang lebih agresif, suku bunga yang bertahan rendah dapat menjadi katalis bagi peningkatan minat pada reksa dana saham, seiring harapan terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Di luar aspek produk, edukasi menjadi pilar penting dalam pengelolaan kekayaan. CIMB Niaga secara rutin menyediakan informasi pasar melalui publikasi daring, serta menggelar berbagai kegiatan literasi seperti Wealth Xpo di kota-kota besar dan program edukasi di kampus. Tujuannya, agar nasabah memahami karakter setiap instrumen, termasuk potensi risiko dan imbal hasilnya.

Peran teknologi juga kian dominan dalam mendukung pengambilan keputusan investasi. Melalui layanan digital, nasabah dapat memantau portofolio, melakukan transaksi, serta mengakses informasi pasar secara real time tanpa harus datang ke kantor cabang. Kemudahan ini diharapkan membuat nasabah lebih leluasa menyesuaikan strategi ketika kondisi pasar berubah.

Menghadapi dinamika pasar, Ariteguh menekankan pentingnya disiplin dan fokus pada tujuan jangka panjang. Fluktuasi jangka pendek seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengambil keputusan tergesa-gesa.

"Pahami produk, pahami risikonya, dan tetap konsisten dengan rencana yang sudah disusun. Dengan diversifikasi dan kedisiplinan, portofolio dapat berkembang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing," pungkasnya.

(akd/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads