Mobil Penukar Uang Diantre Warga

Mobil Penukar Uang Diantre Warga

- detikFinance
Selasa, 25 Sep 2007 11:36 WIB
Jakarta - Masyarakat mulai ramai-ramai menukar uang recehan untuk keperluan lebaran. Mobil-mobil penukar uang recehan yang mulai beroperasi sejak Senin, 24 Oktober tak pernah sepi dari antrean.Salah satunya yang berlokasi di pelataran parkir belakang Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (25/9/2007).Mobil ini siap melayani masyarakat yang menukar uangnya mulai pukul 07.30 WIB sampai sekitar pukul 12.00 WIB mulai tanggal 24 September 2007 sampai H-1 lebaran. Setiap harinya ada 4 mobil yang disiapkan, masing-masing mobil membawa uang recehan sampai Rp 200 juta.Pada pagi hari, mobil ini biasanya dikerubuti warga yang mau menukar uang. Dari pantauan detikFinance, antrean penukar uang tetap panjang hingga siang hari. Sekitar pukul 11.00 WIB, antrean dipadati oleh sekitar 20 orang.Beragam niat warga yang ingin menukar urangnya. Ada yang niat untuk bagi-bagi, ada yang menukar uang untuk kembalian. Uang receh yang paling laku adalah pecahan Rp 1.000 dan Rp 5.000.Seperti Ivan, karyawan swasta yang menukar uangnya sekitar Rp 1.000.000. "Ini buat THR keponakan saya," ujarnya.Lain lagi dengan Edwin, pemilik toko kelontong, yang ingin menukar uang Rp 100.000 dengan uang Rp 1.000 untuk uang kembalian.Sementara itu Mira, guru SD, mengaku menukar uang untuk bagi-bagi THR dengan rekannya satu sekolah.Uang yang ditukar warga umumnya pecahan baru Rp 1.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000, koin juga ada."Khusus untuk pecahan Rp 1.000, kami membatasi maksimal Rp 200.000, untuk di atas Rp 5.000 ke atas tidak dibatasi," ujar Setiawan kasir penukar uang.Mobil penukar uang yang dioperasikan Setiawan sudah menukar uang recehan sebesar Rp 100 juta.Bank Indonesia telah menunjuk 7 perusahaan penukaran uang pecahan kecil (PPUPK). Seperti Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 1.000, Rp 500 dan Rp 50.Ketujuh perusahaan itu ialah PT Sectoor Indonesia (STI), PT Kelola Jasa Artha (KEJAR), PT Citra Inti Garda Artha (CIGA), PT Trans Dana Profitri (TDP), PT Sinar Artha Kendali Sentosa (SAKS), PT Baramusi Pancoran (BMP) dan PT Sekuriti Kas Arha (SEKTA). (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads