Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pembangunaa sepanjang 2025 kemarin mencapai Rp 9.840 triliun. Kondisi ini utamanya didorong oleh kinerja kredit perbankan yang tumbuh hingga 9,63% year-on-year (yoy).
Pjs. Ketua dan Wakil Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan kinerja kredit perbankan
menunjukkan capaian yang solid sebesar 8.585,8 triliun atau tumbuh 9,63% yoy.
Sementara kinerja dana pihak ketiga (DPK) perbankan dalam negeri mencapai Rp 10.059,2 triliun atau tumbuh 13,83% yoy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dapat kami sampaikan bahwa kontribusi pembiayaan pembangunan oleh lembaga jasa keuangan mencapai Rp 9.840 triliun, utamanya kredit perbankan yang tumbuh 9,63%," kata Friderica dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2025).
Sementara, kinerja sektor piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan sepanjang 2025 mencapai Rp 506,5 triliun atau tumbuh 0,61% yoy, kemudian kinerja penyaluran pergadaian capai Rp 130,37 triliun atau meningkat 48,07% yoy.
Selanjutnya untuk kinerja modal ventura tahun kemarin capai Rp 15,97 triliun atau meningkat 0,81% yoy; lanjut untuk kinerja LKM, PPI dan Lembaga Keuangan Khusus tercatat capai Rp 229,8 triliun; serta terakhir dari sektor pinjaman online alias pinjol legal mencapai Rp 96,6 triliun, naik 25,44% yoy.
"Indikator likuiditas, profil risiko, dan solvabilitas industri jasa keuangan terpantau solid mengindikasikan kapasitas yang besar untuk melanjutkan pembiayaan pembangunan dari sektor keuangan," ucap Friderica.
Menurutnya sinergi yang kuat antara OJK dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), hingga seluruh pelaku industri jasa keuangan telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian tersebut.
(igo/hns)










































