Bank Jatim Gelar Rakerta, Susun Strategi Jadi BPD Nomor 1 di RI pada 2030

Bank Jatim Gelar Rakerta, Susun Strategi Jadi BPD Nomor 1 di RI pada 2030

Dhafin Armia - detikFinance
Rabu, 11 Feb 2026 12:21 WIB
Bank Jatim
Foto: Bank Jatim
Jakarta -

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026. Rapat kerja ini untuk merumuskan strategi bisnis tahun ini sekaligus memperkuat langkah menuju target menjadi BPD nomor 1 di Indonesia pada 2030.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Mercure Mirama Malang pada Jumat-Sabtu, 6-7 Februari 2026, dan menjadi forum evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus penyusunan arah kebijakan perusahaan menghadapi persaingan industri perbankan yang kian ketat.

Rakerta tahun ini mengusung tema Audacity to Fly Higher yang dimaknai sebagai keberanian untuk melangkah lebih jauh dan mengambil lompatan strategis demi meraih hasil positif yang lebih besar. Tema tersebut juga merepresentasikan semangat transformasi dan optimisme perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuan utama Rakerta 2026 antara lain memberikan arah taktis bagi cabang dan divisi beserta seluruh Jatimers sebagai panduan konkret dalam menyusun action plan, memberi booster penyemangat demi mencapai kinerja berbasis GRC, serta menjadi forum dimulainya orkestrasi pencapaian visi Bank Jatim.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan tema Rakerta mencerminkan dorongan agar seluruh insan perusahaan berani keluar dari zona nyaman melalui inovasi, kolaborasi, dan eksekusi yang unggul.

ADVERTISEMENT

"Rapat kerja ini rutin kami lakukan setiap awal tahun untuk menyatukan visi, memberikan arahan strategis, serta memperkuat budaya kerja dan kekompakan internal agar target 2026 bisa tercapai," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Pada 2026, Bank Jatim menegaskan komitmen memperkuat kinerja bisnis, tata kelola perusahaan, serta akselerasi transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Menurut Winardi, Rakerta 2026 menjadi momentum menyelaraskan visi dan langkah strategis perusahaan dalam menghadapi dinamika industri.

"Kami optimis pada tahun 2030 nanti, Bank Jatim akan mampu menjadi BPD nomor 1 di Indonesia pada seluruh parameter. Baik dari sisi dana pihak ketiga, penyaluran kredit yang berkualitas, pertumbuhan laba, maupun penguatan total aset. Visi ini bukan sekedar target, melainkan komitmen kami dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur," tegasnya.

Untuk mengejar visi tersebut, Bank Jatim menetapkan fokus strategi 2026. Pertama, strategi 3 business yang difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pencapaian low cost funding melalui optimalisasi penghimpunan dana murah, peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan ditopang likuiditas yang efisien, serta peningkatan transaksi digital banking.

Kedua, strategi 2 enabler sebagai pondasi akselerasi bisnis, meliputi penguatan tata kelola perusahaan yang baik agar pengelolaan berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas, serta penguatan sistem dan teknologi untuk mendukung inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat keamanan dan keandalan sistem digital perusahaan.

Ketiga, strategi 1 people development yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM. Bank Jatim menegaskan pengembangan kompetensi, profesionalisme, dan budaya kerja yang adaptif serta inovatif diproyeksikan menjadi penggerak pencapaian target bisnis secara berkelanjutan.

"Melalui implementasi strategi 3-2-1 ini, kami optimis mampu memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat langkah Bank Jatim menuju BPD nomor satu di Indonesia," ujar Winardi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis Bank Jatim dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai dukungan Bank Jatim terhadap UMKM menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan.

"Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Perannya tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing," ujar Khofifah.

Khofifah menilai keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam Misi Dagang menjadi indikator keberhasilan pembinaan terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan jaringan pemasaran.

"UMKM yang selama ini kita bawa dalam berbagai misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar. Ini bukti bahwa peran Bank Jatim dalam mendampingi UMKM benar-benar berdampak," ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim berkomitmen mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui program pembinaan, fasilitasi pemasaran, penguatan mutu produk, hingga perluasan akses pasar, baik luring maupun digital.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia periode 2009-2014 Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, jajaran Dewan Komisaris, jajaran Dewan Pengawas Syariah, jajaran Direksi, SEVP, VP, serta seluruh pemimpin cabang dan pemimpin cabang pembantu Bank Jatim.

Lihat juga Video: Sederet Peraih detikJatim Awards Kategori Program Bisnis Terpuji 2025

(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads