Realisasi Kredit Bank Mandiri Capai Rp 1.511 T, Total Aset Naik 13,96%

Realisasi Kredit Bank Mandiri Capai Rp 1.511 T, Total Aset Naik 13,96%

Inkana Putri - detikFinance
Senin, 23 Feb 2026 11:49 WIB
Gedung Bank Mandiri
Foto: Bank Mandiri
Jakarta -

Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja solid pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 1.511,4 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp 2.191,9 triliun atau naik 13,96% YoY. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan pertumbuhan tersebut mempertegas komitmen perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk ekosistem UMKM dan pelaku usaha di berbagai daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan," ujar Novita dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, struktur pendanaan Bank Mandiri juga menunjukkan penguatan yang solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp 1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29% YoY, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah.

Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 73%. Capaian ini turut mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.

Dari sisi kinerja keuangan, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 4,65 triliun per Januari 2026 atau tumbuh 16,18% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 10,2% YoY, serta penurunan biaya dana (Cost of Fund/CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF terjaga di level 2,06%.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi juga mencatatkan pertumbuhan solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Fee Based Income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1% secara YoY, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan.

Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang optimal. Hal ini tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44% dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%.

Kinerja tersebut ditopang akselerasi transaksi digital melalui Livin' by Mandiri yang tumbuh 49,3% YoY, disertai peningkatan aktivitas Kopra by Mandiri sebesar 27% YoY. Selain itu, transaksi treasury juga meningkat 33% YoY, sejalan dengan penguatan layanan transaksi digital dan solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh bagi nasabah.

Lebih lanjut, Novita mengungkapkan penguatan ekosistem digital tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan keunggulan berkelanjutan dan memperluas inklusi keuangan. Upaya ini dilakukan melalui integrasi layanan Livin' by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri bagi pelaku usaha dan pebisnis, serta Livin' Merchant guna mendukung digitalisasi transaksi UMKM.

"Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional," ungkap Novita.

Sementara itu, dari sisi kualitas kredit, Cost of Credit (CoC) pada Januari 2026 turun 21 basis poin (bps) YoY, mencapai 0,35%. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) juga tetap terjaga di level 0,97%, turun 3 bps dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan manajemen risiko yang tetap disiplin serta sikap selektif Bank Mandiri dalam menyalurkan pembiayaan.

Novita menegaskan Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Melalui penguatan ekosistem korporasi, ritel, dan digital yang terhubung dari hulu ke hilir, bank berkode emiten BMRI ini memastikan setiap lini bisnis saling mendukung untuk menciptakan nilai tambah yang lebih luas.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026," pungkas Novita.




(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads